Pengaruh zat pengatur tumbuh mixtalol terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah
Abstract
Percobaan dilakukan dalam rumah plastik di lingkungan kampus pusat IPB Baranangsiang, Bogor. Digunakan bahan tanaman cabai merah varietas Cangar. Sebagai media tumbuh digunakan campuran tanah latosol dan pupuk kandang. Rancangan percobaan yakni Acak Lengkap dengan tiga ulangan. Percobaan terdiri dari dua macam, yakni perendaman benih dan penyemprotan Mixtalol melalui daun.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil tanaman, khususnya tanaman hortikultura, adalah dengan menggunakan zat pengatur tumbuh. Mixtalol (mixture of long chain aliphatic alcohols) merupakan salah satu jenis zat pengatur tumbuh yang tergolong baru, dengan bahan aktif campuran beberapa alkohol alifatik berantai panjang (C24 C34). Beberapa hasil penelitian menyebutkan bahwa alkohol alifatik mempengaruhi pembukaan stomata, meningkatkan jumlah klorofil, mengurangi proteolisis, menurunkan laju fotorespirasi, dan meningkatkan bobot kering tanaman. Untuk mengetahui daya kerja Mixtalol maka diperlukan suatu penelitian dengan cara mengamati variabel- variabel pertumbuhan tanaman.
Benih cabai mulai berkecambah pada enam hari setelah sebar. Perendaman benih dalam larutan Mixtalol ternyata tidak berpengaruh terhadap daya berkecambah benih maupun bobot kering bibit cabai.
Pada percobaan penyemprotan melalui daun, Mixtalol tidak berpengaruh nyata terhadap bobot kering bagian tanaman (akar, batang, daun, buah), bobot kering tanaman, laju asimilasi neto, laju tumbuh relatif, nisbah luas daun serta bobot dan jumlah buah panen. Terdapat kecenderungan bahwa pemberian Mixtalol taraf konsentrasi 2 ppm menghasilkan luas daun terbesar.
Pemberian Mixtalol taraf konsentrasi 2 ppm mampu meningkatkan kandungan klorofil total sebesar 15 persen dan menunda penuaan daun. Sedang pada perlakuan 6 ppm, Mixtalol mempercepat penurunan kandungan klorofil total pada saat daun mulai menua.
