Pengamatan perbanyakan tanaman anggrek secara generatif dengan menggunakan kultur aseptik di kebun raya Indonesia bogor dan pengusaha anggrek di jakarta bandung dan bogor
Abstract
Sejak tahun-tahun terakhir ini usaha pengembangan tanaman hias khususnya tanaman anggrek makin meningkat, merupakan dampak positif dari kesadaran masyarakat akan melestarikan lingkungannya. Kiranya tidak berlebihan bila dikatakan bahwa tanaman anggrek pada saat ini merupakan salah satu tanaman hias yang paling digemari.
Keanekaragaman bentuk dan warna bunga memberikan. cukup banyak variasi untuk memenuhi aneka ragam selera penggemarnya. Keistimewaan yang dimiliki tanaman anggrek ini dan ditunjang oleh iklim Indonesia yang sangat cocok untuk pertumbuhannya (Soeryowinoto, 1974) memberikan peluang untuk dapat diusahakan secara komersial sebagai bunga potongan.
Latif (1960) mencatat jumlah anggrek Indonesia sebanyak 5000 jenis. Indonesia mempunyai jenis-jenis anggrek diantaranya jenis Vanda merupakan sumber plasma nutfah untuk mendapatkan hibrid-hibrid baru. Dalam usaha menambah devisa negara, pemerintah dewasa ini telah menetapkan tanaman anggrek sebagai salah satu komoditi ekspor non migas.
Dalam rangka memanfaatkan tanaman anggrek kemajuan yang dicapai oleh para penganggrek di dunia ini baik di bidang produksi, distribusi maupun pemasaran semakin meningkat.
