Budidaya dan Pengolahan Kopi di Perkebunan Jollong PT perkebunan XVIII Kabupaten Pati, Jawa Tengah
View/ Open
Date
1984Author
Budiastuti, Farikha
Sukartaatmadja, Karhi
Wacjar, Ade
Metadata
Show full item recordAbstract
Kopi tergolong minuman sedap-sedapan yang relatip mahal di samping coklat dan teh. Hampir seluruh penduduk Indonesia telah mengenal kopi, bahkan banyak orang yang tak bisa melepaskan kebiasaan minum kopi dari hidupnya.
Begitu pentingnya komoditi kopi, sehingga negara-negara produsen membentuk Organisasi Persetujuan Kopi Internasional. Lembaga ini mengatur jatah ekspor masing-masing negara anggota. Namun ada juga negara produsen kopi yang tidak menjadi anggota organisasi ini. Brasilia masih menduduki posisi teratas bahan minuman terpopuler di dunia ini. Sampai saat ini dalam menghasilkan Disusul oleh Columbia, Ivory Coast (Pantai Gading) dan Angola. Indonesia yang juga menjadi anggota negara-negara pengekspor kopi, menempati anak tangga ke sepuluh selama bertahun-tahun (Pattiasina, 1983).
Peranan kopi Indonesia di pasaran Internasional masih relatip kecil dan belum nyata, meskipun Indonesia ter- golong sebagai produsen dan eksportir kedua kopi Robusta setelah Ivory Coast (AEKI, 1984). Hal ini disebabkan karena Indonesia tidak memiliki perwakilan tetap di dalam forum ICO, sebagaimana yang dimiliki oleh Brasilia, Columbia maupun Pantai Gading.
