Penilaian kekonsistenan bonita tegakan jati ( Tectona grandis L. f. ) pada berbagai umur
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keabsahan salah satu asumsi yang mendasari cara pendugaan potensi tegakan jati melalui kepadatan bidang dasar (KBD) yang selama ini dipakai yaitu anggapan bahwa kualitas tempat tumbuh (bonita) bersifat konstan selama daur. Pengujian asumsi ini diperlukan, oleh karena diduga perkembangan umur tegakan akan dapat menyebabkan terjadinya perubahan kualitas tempat tumbuh akibat adanya penambahan unsur-unsur hara yang berasal dari tegakan tersebut atau dari lingkungannya sehingga tingkat kesuburannya meningkat, atau sebaliknya, adanya pengeluaran sebagian unsur hara dari tegakan, erosi atau penggembalaan, diduga akan menyebabkan terjadinya penurunan bonita. Apabila anggapan tersebut ternyata ditolak, diperlukan metode pendugaan potensi tegakan yang lebih teliti lagi.
Bahan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini merupakan hasil pengukuran secara periodik pada 204 petak coba tetap (PCT) tegakan jati yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang dilakukan oleh PUSLITBANG HUTAN Gunung Batu, Bogor. Penentuan bonita dilakukan dengan menggunakan umur dan peninggi pada setiap kali pengukuran masing-masing PCT dengan memakai tabel tegakan yang dikeluarkan oleh Lembaga Penelitian Hutan 1975. Tabel ini merupakan hasil perbaikan dari Tabel Tegakan Wolff von Wulffing 1932. Pada masing-masing PCT dilihat perkembangan bonitanya dari satu pengukuran ke pengukuran-pengukuran berikutnya. Pengamatan perkembangan bonita dilakukan pada beberapa kelompok data. Pengelompokkan data dilakukan berdasarkan selang umur, yaitu umur tegakan antara 6 20 tahun, 20- 40 tahun, 40 80 tahun, dalam satu kelas umur (KU) dan antar KU, disesuaikan dengan data yang ada. Selanjutnya ditentukan proporsi dan kisaran proporsi PCT yang perkembangan bonitanya "tetap" dan "berubah" kemudian 'naik" dan "turun", pada setiap kelompok data.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
