Pengaruh sisa penghapusan dan kedalaman kapur terhadap produksi jagung H6 pada latosol darmaga
Abstract
Tujuan percobaan ini ialah mengetahui pengaruh sisa pengapuran dan pengaruh kedalaman penempatan kapur giling terhadap pertumbuhan dan produksi jagung varietas H-6 pada latosol Darmaga.
Perlakuan meliputi tingkat pengapuran dan kedalaman penempatan kapur. Kapur giling dengan kehalusan 60 mesh diberikan dalam lima taraf yaitu 0, 1, 2, 4 dan 8 ton/ha, ditempatkan sampai kedalaman tanah 15 cm dan 30 cm. Pemberian kapur ini dilakukan setahun sebelum percobaan dan tanah pernah ditanami jagung selama satu musim.
Pengaruh sisa pengapuran pada tahun ke dua masih sanggup meningkatkan kandungan Ca dan pH tanah, serta menurunkan kandungan Alda. Produksi yang lebih tinggi cenderung diperoleh pada kedalaman penempatan kapur 30 cm di- bandingkan dengan kedalaman 15 cm. Pengaruh sisa penga- puran berbeda sangat nyata terhadap pertumbuhan vegetatif, produksi dan komponen produksi. Pengapuran pada latosol Darmaga mempercepat saat berbunga, meningkatkan tinggi tongkol dan tinggi tanaman serta meningkatkan produksi jagung secara nyata. Meskipun dosis kapur tertinggi memberi hasil yang terbaik, namun pengapuran dengan dosis terendahpun masih sanggup memperbaiki pertumbuhan dan produksi jagung. Perbaikan pertumbuhan dan produksi tersebut meningkat sejalan dengan meningkatnya dosis kapur yang diberikan.
