Pengolahan panen dan hasil panen cengkeh di PT,Cengkeh zanzibar kebun curug kabupaten kendal jawa tengah
Abstract
Menurut Bailey (1958) nama kuno untuk cengkeh adalah caryophyllus yang berasal dari bahasa Yunani caryophyllon (caryon = a nut, phyllon = leaf atau disebut "nut-leaf"). Dalam bahasa Persia, Bahrain atau Asia Barat lainnya, nama caryophyllon dikenal sebagai garophul, karpophul dan garafalo (Ridley dalam Sudjasaputra dan Mansjur, 1976). Nama cengkeh di Pantai Barat India adalah garaimbo,
yang kemungkinan besar keturunan bahasa Arab atau Persia.
Dalam bahasa Sansekerta disebut "launga" atau "loong" dan
dalam bahasa Hindu adalah "laung"; yang kemudian menurunkan istilah "bunga lawang" (Malaysia dan Indonesia) untuk
cengkeh.
Pada pertengahan abad XX nama-nama yang dipakai di dalam The British Pharmacopeia dan Pharmaceutical Codex telah diperiksa untuk ketepatan nomenklatur oleh Dr. T. Α. Spague, dimana telah didapatkannya nama yang biasa untuk cengkeh adalah Eugenia aromatica (Linn.) Baillon. Nama genus Eugenia diambil dari nama kehormatan Pangeran Eugene dari Savoy (Bailey, 1958).
Kemudian dinyatakan bahwa Eugenia aromatica tidak sesuai lagi untuk cengkeh setelah kombinasi Baillon diketahui merupakan homonim dari E. aromatica O. C. Berg dalam spesies berbeda. Suatu keterangan terakhir mengenai caryophyllata adalah kurang benar karena nama aromatica sudah terdapat ketika Thunberg membuat perubahan dalam tahun 1788.
