View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) di Wilayah Keraja BRI Unit Desa Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tanggerang Jawa Barat

      Thumbnail
      View/Open
      full text (20.68Mb)
      Date
      1985
      Author
      Furkon, Dede
      Brotosunarjo, Otto A. S.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kecamatan Sepatan dengan 6 (enam) desa diantaranya merupakan wilayah kerja BRI Unit Desa Sepatan. Wilayah tersebut mempunyai sumberdaya alam yang hampir sama, dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi (1 790 jiwa per km2). Dengan berkembangnya sarana perhubungan, ekonomi dan pendidikan; sumber mata pencaharian penduduk makin beragam. Sektor jasa dan industri kecil terus berkembang sesuai dengan perkembangan perekonomian masyarakat. BRI Unit Desa sebagai lembaga keuangan resmi di pedesaan dalam memberikan bantuan modal telah melayani beberapa jenis kredit. Pada awal tahun 1984 dikenal pola Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) sebagai pengganti pola Bimas dan Kredit Mini Midi. Berbeda dengan kredit terdahulu; KUPEDES merupakan kredit individu yang lebih menekankan kredibilitas usaha calon nasabah dalam pengajuan kredit. Insentif bagi nasabah yang mengangsur dengan tepat dimaksudkan untuk usaha pencegahan terjadinya tunggakan. Demikian pula dalam sistem pengawasan dan pembinaan dilakukan sejak pengajuan kredit sampai penggunaan dan pengembaliannya oleh nasabah. Sampai bulan Pebruari 1985, di BRI Unit Desa Sepatan telah direalisasikan kredit sebesar Rp 16 800 000,- (51 nasabah), terdiri dari Rp 15 150 000,- (45 nasabah) sektor perdagangan dan Rp 1 650 000,- (6 nasabah) sektor industri. Terlihat sektor perdagangan berkembang jauh lebih cepat dari sektor industri; sementara sektor pertanian belum mendapat pelayanan.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141737
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository