Pengaruh benih asal pertanaman beragam dosis pupuk P terhadap produksi benih, viabilitas potensial dan vigor kekuatan tumbuh benih jagung (Zea mays L.) varietas arjuna
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh benih asal pertanaman beragam dosis pupuk P terhadap prodüksi benih, viabilitas potensial dan vigor kekuatan tumbuh benih jagung varietas Arjuna.
Penelitian dilakukan pada bulan Mei 1994 sampai Februari 1995, di Kebun Percobaan Leuwikopo serta Labora- torium Ilmu dan Teknologi Benih Baranangsiang.
Penelitian disusun secara faktorial dengan menggunakan Rancangan Spit Plot, yang terdiri dari dua faktor yaitu pupuk P dengan dosis 150 kg P205/ a (P1) dan 300 kg P205/ha (P2) serta benih asal dari laha i pemupukan 150 kg P205/ha (B1) dan benih dari lahan pemupı kan 300 kg P205/ha (B2). Untuk semua perlakuan diberikan pupuk dasar urea dengan dosis 400 kg/ha dan KCl 200 kg/ha. Kapur dolomit diberikan sebanyak ± 1.0 ton/ha.
Pengamatan dilakukan pada saat fase vegetatif dan pasca panen. Peubah yang diamati saat fase vegetatif adalah parameter vigor kekuatan tumbuh bibit dengan tolok ukur luas segitiga stamina. Sedangkan saat pasca panen peubah yang diamati adalah kadar air benih panen; parame- ter komponen produksi dengan tolok ukur bobot tongkol basah/petak, panjang tongkol, diameter tongkol, jumlah baris/tongkol, potensi tongkol, jumlah tongkol/petak dan bobot 1000 butir benih; parameter produksi dengan tolok ukur bobot pipilan kering/petak; viabilitas potensial dengan tolok ukur daya berkecambah; parameter vigor kekuatan tumbuh benih dengan tolok ukur kecepatan tumbuh dan bobot kering kecambah normal serta peubah lain yang diamati adalah akumulasi P total benih yang dihasilkan.
Perlakuan benih asal pertanaman beragam dosis pupuk P, tidak berpengaruh nyata terhadap semua tolok ukur yang diamati kecuali terhadap kadar air benih panen berpengaruh nyata. Untuk parameter viabilitas potensial dengan tolok ukur daya berkecambah dan parameter vigor kekuatan tumbuh dengan tolok ukur kecepatan tumbuh, perlakuan tersebut menunjukkan kecenderungan meningkat dengan semakin tingginya kandungan P total benih yang berasal dari lahan yang di- pupuk P₂, meskipun hasil uji statistiknya tidak berbeda nyata…dst
