View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Evaluasi beberapa konsentrasi kitosan terhadap penekanan infeksi Bean common mosaic potyvirus pada tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (6.817Mb)
      Date
      2012
      Author
      Ramadhan Rizki
      Damayanti
      Tri Asmira
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kitosan merupakan senyawa biopolimer yang telah diketahui dapat memacu respon biokimia pertahanan tanaman terhadap infeksi patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan kitosan dalam menekan Bean common mosaic virus (BCMV) pada berbagai konsentrasi yang berbeda. Perlakuan yang digunakan adalah perlakuan benih dan penyemprotan kitosan dengan konsentrasi 1.0%, 1.1%, 1.2%, 1.3%, 1.4%, 1.5% sebelum inokulasi, kontrol tanpa perlakuan kitosan yang terinfeksi virus (K+) dan tanaman sehat (K-). Keefektifan kitosan dalam menekan infeksi virus diuji dengan inokulasi mekanis BCMV pada 7 hari setelah tanam (HST). Setiap perlakuan terdiri dari 12 tanaman uji. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan tanaman, masa pembungaan, periode inkubasi, kejadian dan keparahan penyakit, tipe gejala, dan perkembangan penyakit yang diukur dengan AUDPC (Area Under Disease Progress Curve). Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA pada taraf 5% dan uji lanjut DMRT. Semua perlakuan kitosan secara umum memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan kitosan tidak berpengaruh nyata terhadap waktu inkubasi. Gejala tanaman yang diberi perlakuan kitosan adalah mosaik ringan sampai berat, sedangkan gejala tanaman kontrol tanpa kitosan menunjukkan gejala yang lebih parah berupa mosaik sedang sampai berat, malformasi daun dan kerdil. Diantara semua perlakuan, kejadian penyakit terendah ditunjukkan oleh perlakuan kitosan 1.0% (30%) sedangkan perlakuan lainnya berkisar 83.3%-100%. Keparahan penyakit semua tanaman perlakuan menunjukkan lebih rendah dibandingkan kontrol tanpa perlakuan. Perlakuan kitosan 1.0% secara nyata menunjukkan kejadian dan keparahan penyakit, AUDPC, dan akumulasi virus yang lebih rendah dibandingkan control atau perlakuan lainnya dan pertumbuhan yang hampir sama dengan tanaman sehat. Kitosan 1.0% mampu menghambat virus sebesar 42.7% dan menghambat penyakit sampai 55.5%, sehingga perlakuan kitosan 1.0% merupakan perlakuan yang terbaik dalam menekan BCMV….
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141657
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository