Tritrichomonas foetus dan kekebalan yang ditimbulkan pada sapi
View/ Open
Date
1990Author
Ismail, Adriyani
Ashadi, Gatut
Handajani, Sri Utami
Metadata
Show full item recordAbstract
Tritrichomonas foetus merupakan protozoa yang
IPB Un memiliki flagella, costa, aksostil dan tidak memiliki mitokondria tapi memiliki hidrogenosom yang dapat menggantikan fungsi mitokondria. Siklus hidup parasit ini sangat sederhana dan langsung. Perkembangbiakannya jadi secara (pembelahan terlongitudinal) "Longitudinal binary fission". Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya maka Tritrichomonas foetus memerlukan energi. Energi ini diperoleh melalui metabolisme secara aerob dan enaerob. Lingkungan yang mempengaruhi kehidupan parasit ini, meliputi lingkungan di luar tubuh dan lingkungan di dalam tubuh induk senang. Penularan penyakit ini terjadi secara alami yaitu dengan perkawinan alam antara sapi betina yang sakit dengan sapi jantan yang sehat, atau sebaliknya. Untuk menghindari hal tersebut maka dianjurkan untuk menggunakan tehnik Inseminasi Buatan (IB) dengan menggunakan semen yang telah dibekukan, namun demikian penularan masih dapat terjadi apabila dalam proses pembuatannya tidak dilakukan dengan hati-hati.
Tritichomonas foetus sebagai antigen dapat merangsang terbentuknya tanggap kebal. Tanggap kebal yang terbentuk, dapat bersifat lokal atau humoral. Dengan adanya tanggap kebal ini, akan memberikan perlindungan pada sapi bila terjadi infeksi ulang.
