Pola panggunaan tenaga kerja dan pendapatan rumah tangga di daerah pedesaan. ( Kasus Desa Cisaat, Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat )
Abstract
Praktek lapang ini bertujuan untuk mengetahui alokasi dan tingkat pencurahan kerja rumah tangga, hubungan antara pencurahan kerja rumah tangga dengan pendapatan rumah tangga dan produktivitas kerja rata-rata menurut kelompok luas garapan. Data yang digunakan merupakan data primer yang dianalisis dengan tabulasi dan koefisien korelasi Sperman.
Jumlah pekerja menentukan besarnya persediaan tenaga kerja rumah tangga. Secara absolut ada kecenderungan bahwa semakin luas garapan semakin besar persediaan kerja rumah tangga.
Dengan persediaan tenaga kerja terbesar, kelompok empat mencurahkan kerja terkecil (72.37 persen), dan dari total kerja yang dicurahkan sebagian besar dialokasikan ke non pertanian. Tingkat pencurahan kerja terbesar (98.4 persen) terdapat pada kelompok tiga, dimana sebagian besar kerja yang dicurahkan juga dialokasikan untuk non pertanian. Ada kecenderungan, semakin kecil luas garapan semakin besar kerja dialokasikan untuk kegiatan non pertanian.
Pencurahan kerja yang tinggi belum tentu menghasilkan pendapatan yang besar. Pencurahan kerja total rumah tangga terbesar pada kelompok tiga menyebabkan produktivitas kerja rata-rata kelompok ini yang terkecil, karena pencurahan kerja yang besar tidak diimbangi dengan pendapatan yang besar. Pendapatan rumah tangga terbesar diperoleh kelompok empat sedang produktivitas kerja rata-rata terbesar dicapai oleh kelompok satu.
