Kejadian retensio secundinane pada sapi perah
Abstract
Kerugian akibat gangguan reproduksi merupakan hambatan paling besar dalam rangka peningkatan populasi ternak dan pemenuhan kebutuhan protein hewani.
Retensio secundinae merupakan salah satu gangguan reproduksi yang dapat mengganggu kelangsungan reproduksi suatu hewan. Faktor-faktor penyebab retensio secundinae pada sapi perah adalah karena faktor lingkungan, fisiologi, nutrisi dan keadaan patologis (Inaba, Inoue, Shimizu, Nakano, dan Mori, 1986).
Hasil kegiatan lapang di KPBS Pangalengan terhadap sapi yang mengalami retensio secundinae disebabkan karena faktor lingkungan termasuk di dalamnya keadaan kandang dan kebersihan kandang itu sendiri, pola pemberian pakan yang tidak sesuai dengan aturan, proses kelahiran yang abnormal seperti distokia, kelahiran premature dan kelahiran yang lama kebuntingannya lebih dari 280 hari. Disamping itu rendahnya kadar Calsium darah pada sapi perah yang mengalami retensio secundinae adalah merupakan penyebab tingginya kejadian retensio secundinae di Pangalengan.
Tingginya kasus retensio secundinae pada sapi perah di Pangalengan ini sangat erat kaitannya dengan manajemen pengelolaan yang kurang baik, dan tingkat pengetahuan rерrоduksi dari para peternak. Hal ini terlihat dari faktor ketidaktahuan para peternak terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya retensio secundinae dan dari hasil wawancara yang dikemukakan oleh 66.07 % peternak sampel.
