View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Peranan vitamin D dalam pencegahan kasus milk fever

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (9.211Mb)
      Date
      1988
      Author
      Krisnandana
      Rachman, Endang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Vitamin D adalah suatu golongan persenyawaan sterol. Diperkenalkan pertama kali oleh Mc Collum pada tahun 1925 yang pada saat itu dikenal sebagai faktor anti-rakhitis. Bentuk vitamin D yang mempunyai peranan penting bagi tubuh adalah vitamin D₂ dan vitamin D3. Sumber utama vitamin D₂ adalah tumbuh-tumbuhan dan minyak ikan, sedang- kan vitamin D3 banyak terdapat dalam tubuh manusia dan hewan mammalia, karena vitamin D3 merupakan bentuk yang dapat disintesa dari provitamin D3 dalam tubuh. Peran utama vitamin D dalam tubuh adalah mempertahankan homeostasi kalsium fosfor dalam cairan tubuh dan meningkatkan penyerapan balik kalsium tulang. Vitamin D dalam tubuh bukan merupakan bentuk aktif, ia harus mengalami hidroksilasi enzimatik terlebih dahulu di hati dan ginjal untuk dapat menjalankan fungsi fisiologisnya. Ben tuk metabolit aktif vitamin D paling poten dalam transpor aktif kalsium pada usus adalah 1.25-dihidroksikholekalsirol. Bentuk ini merupakan hormon ketiga dalam pengaturan metabolisme kalsium disamping hormon paratiroid dan kalsi tonin. Milk fever merupakan gangguan metabolisme sebagai akibat penurunan cepat kadar kalsium dan fosfor dalam darah disamping faktor-faktor lain yang berhubungan. Kasus ini umum terjadi pada sapi perah berproduksi tinggi dan sapi di atas umur 4 tahun atau setelah partus ketiga. Terjadinya antara 12 jam sebelum partus sampai 48 jam se telah partus, dengan frekuensi kejadian tertinggi saat 6-24 jam setelah partus. Kasus ini sebagian besar dapat diatasi dengan pemberian preparat kalsium, sedangkan untuk pencegahannya selama ini digunakan pakan berkadar kalsium rendah dan fog for tinggi. Untuk lebih efektifnya pencegahan kasus milk fever, diperlukan penambahan vitamin D dalam dosis tertentu, karena kemampuan individu dalam menggunakan kalsium dan fosfor sangat tergantung pada vitamin D. Berdasarkan penelitian baru, pakan dengan kadar kalsium dan fosfor rendah ternyata dapat memberikan efek yang lebih baik. Selain melalui pakan, penggunaan vitamin D untuk pencegahan milk fever dapat pula diberikan parental dengan dosis dan waktu pemberian tertentu. Penelitian lain mengungkapkan bahwa vitamin D berperanan pula pada sistem kekebalan tubuh. Dengan demikian vitamin D diharapkan dapat pula mencegah berbagai penyakit infeksi yang sering mengikuti kasus milk fever.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141515
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository