View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis efisiensi pemasaran kedelai : studi kasus di Kecamatan Wanaraja. Kabupaten Garut

      Thumbnail
      View/Open
      full text (7.452Mb)
      Date
      1988
      Author
      Siagian, Cypriana
      Anwar, Effendi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui efisiensi pemasaran dengan melihat analisa biaya dan marjin pemasaran, struktur pasar dan indeks keterkaitan pasar. Lembaga pemasaran yang terlibat dalam sistem pemasaran kedelai di Kabupaten Garut adalah pedagang desa, pedagang kecamatan, pedagang kabupaten dan pengecer. Pasar di mana lembaga pemasaran bekerja hanya dikuasai beberapa pedagang saja (oligopsoni). Pola pemasaran kedelai di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut ada dua saluran yaitu saluran petani-pedagang desa-pedagang kecamatan-pedagang kabupaten-pengecer-konsumen disebut sebagai saluran pertama dan saluran kedua petani-pedagang kecamatan-pedagang kabupaten-pengecer- konsumen. Melalui saluran kedua petani menerima harga yang lebih tinggi, tetapi karena kondisi jalan yang menghubungkan desa dengan kecamatan kurang memadai dan jumlah produksi yang terbatas, kebanyakan petani menjual kedelai melalui saluran pertama. Berdasarkan analisa marjin, biaya dan keuntungan Lembaga pemasaran, jika petani melakukan penjualan melalui pedagang desa harga yang diterima petani 81.25 persen dan keuntungan lembaga pemasaran sebesar 15.43 persen dari tingkat harga konsumen. Sedangkan jika petani menjual langsung ke pedagang kecamatan maka bagian harga yang diterima petani sebesar 81.88 persen dan keuntungan 15.2 persen dari tingkat harga konsumen. Keuntungan terbesar diterima pedagang kabupaten. Dari hasil analisa hubungan harga di tingkat petani dengan harga di tingkat pengecer diperoleh nilai indeks keterkaitan pasar sebesar 0.4. Ini berarti bahwa pasar tersebut cukup terpadu, di mana perubahan harga di tingkat petani ditentukan oleh harga di tingkat pengecer. Untuk meningkatkan efisiensi pemasaran perlu adanya alternatif saluran pemasaran melalui KUD, adanya standar yang baku dalam penentuan mutu kedelai dan campur tangan pemerintah dalam perbaikan jalan yang buruk.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141494
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository