View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Schistosoma Japonicum (Katsurada 1904) Suatu Tinjauan Masalah dan Cara Penanggulangannya di Sulawesi Tengah

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (1.324Mb)
      Date
      1988
      Author
      Hartatik, Sri
      Kusumamihardja, Supan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tulisan dalam bentuk skripsi ini dihasilkan dari studi literatur yang penulis lakukan sejak pertengahan semester IX. Materi yang disajikan diperoleh dari berbagai sumber tulisan ilmiah seperti texbook, journal, majalah ilmiah maupun sumber yang penulis peroleh dari kuliah. Schistosomiasis yang terjadi di Indonesia disebabkan oleh Schistosoma japonicum (Trematoda, Schistosomatidae), yang hidup pada vena hospes. Penyakit ini merupakan masalah yang cukup rumit bagi kesehatan manusia karena berkaitan dengan hospes antara yang hidup amfibius, tingkat kebudayaan masyarakat setempat, jumlah dan jenis hewan reservo ir yang banyak serta berkaitan dengan pola hidup manusia. Penanggulangan penyakit ini dilakukan/diusahakan secara terpadu, dengan biologi, kimiawi dan mengikut sertakan masyarakat di daerah endemik dalam rangka memutuskan daur hidup penyakit ini. pada lemari es ataupun 0°C) sesuai dengan metoda yang dipakai. Penambahan medium krioprotektan dapat dilakukan langsung (direct) maupun tidak langsung (indirect) yaitu secara bertahap untuk menghindarkan kerusakan pada embrio yang disebabkan perbedaan tekanan osmotik yang besar. Konsentrasi krioprotektan yang baik dan ekonomis adalah 1,0 M untuk gliserol dan 1,5 M untuk DMSO. Prosedur pembekuan dengan proses "cepat" memungkinkan pencairan (thawing) embrio yang telah dibekukan dapat dilakukan menggunakan air bersuhu 25-37°C. Exosmose krioprotektan dari hasil pencairan embrio beku ini dapat dilakukan menggunakan sukrosa. Sukrosa dapat dimasukkan ke dalam straw pengemas embrio. Dengan demikian pencairan embrio beku dan exosmose krioprotektan dapat dilakukan sekaligus satu tahap (one step method) dalam straw. Hasil-hasil penelitian ini memungkinkan transfer embrio dapat dilakukan seperti cara yang digunakan dalam teknik inseminasi buatan menggunakan semen beku.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141471
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository