View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penggunaan "Agar cell immuno diffusion test" (AGIDT) sebagai metoda diagnosa dalam menentukan sapi yang bebas leukosis sapi enzootik (Enzootic Bovine Leukosis)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (7.935Mb)
      Date
      1988
      Author
      Zaman, Inti
      Juniman, Bambang
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penyakit Leukosis Sapi Enzootik atau Enzootic Bovine Leukosis (EBL) disebabkan oleh infeksi Virus Leukosis Sapi atau Bovine Leukosis Virus (BLV). Penyakit ini berjalan sistemik, khronik dan bersifat fatal, yang telah dikenal sejak awal abad ke 20 dan sampai saat ini dinyatakan telah menyebar di seluruh dunia. Penyakit EBL dapat ditularkan secara horizontal dan vertikal. Infeksi BLV sering diwujudkan dengan adanya perkembangan "Persistent Lymphocytosis" (PL), Leukosis, dan tumor Limfoid (limfosarkoma) yang timbul sesudah masa inkubasi selama 2-5 tahun. Sering pula dijumpai hewan penderita tidak menunjukkan tanda klinik dan hematologik, tetapi hewan tersebut bertindak sebagai "laten carrier". Diagnosa penyakit EBL dapat ditetapkan berdasarkan gejala klinik, patologianatomi dan histopatologi serta diagnosa laboratorium. Ada dua cara diagnosa laboratorium terhadap penyakit EBL yaitu diagnosa secara langsung dan secara tidak langsung. Mendiagnosa penyakit EBL secara langsung, dengan berusaha mengisolasi dan mengidentifikasi BLV yang diduga berada dalam jaringan tubuh tertentu dari hewan yang diduga menderita penyakit EBL. Sedangkan mendiagnosa penyakit EBL secara tidak langsung, bertujuan untuk mendeteksi adanya antibodi terhadap BLV, dengan menggunakan metoda uji serologik. Diantara beberapa macam metoda uji serologik yang pernah digunakan, maka metoda AGIDT adalah metoda uji serologik yang umum digunakan. Kebaikan menggunakan AGIDT sebagai metoda diagnosa dalam menentukan sapi yang bebas penyakit EBL antara lain hasil uji cepat diketahui, sederhana untuk dilakukan, praktis dan ekonomis. Selain itu metoda AGIDT spesifik untuk mendeteksi antibodi terhadap gp51, sesuai untuk usaha "screening test" dan pengujian kesehatan sapi di lapangan. Kelemahan menggunakan metoda AGIDT adalah tingkat sensitifitas tidak cukup tinggi, karena titer antibodi dibawah 300 menggunakan metoda RIA tidak terdeteksi, dan untuk menilai hasil yang tepat diperlukan petugas yang ahli dan berpengalaman serta diperlukan pula kualitas reagen yang baik.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141398
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository