Sistem Kekebalan Ikan Teleost terhadap Infeksi Bakterial
View/ Open
Date
1988Author
Sing, Koh Kim
Pasaribu, Fachriyan Hasmi
Joeniman, Bambang
Metadata
Show full item recordAbstract
Intensifikasi perikanan sebagai salah satu sumber protein hewani semakin mendesak kebutuhan akan penanganan penyakit ikan. Sebagai resolusinya, hasil rapat O.I.E. pada tahun 1984 dan 1985 telah melimpahkan tugas ini kepada profesi dokter hewan dengan dibantu oleh ahli mikrobiologi dan ahli perikanan.
Cara penanganan penyakit ikan saat ini yang masih mengandalkan penggunaan zat-zat kimia dan antibiotik memiliki banyak kekurangan. Salah satu alternatif ideal untuk menggantikan cara penanganan ini ialah menyediakan ikan yang kebal. Ini bisa dicapai dengan seleksi genetik atau imunisasi.
Keberhasilan imunisasi membutuhkan pengenalan penyakit endemik, pengetahuan tentang faktor patogenik dan immunogenik agen penyakit serta pengetahuan tentang sistem kekebalan ikan.
Skripsi ini bertujuan untuk memberikan suatu gambaran sejauh mana perkembangan pengetahuan mengenai sistem kekebalan ikan serta pemanfaatannya dalam penanganan beberapa penyakit bakterial ikan yang utama. Subklas teleostei dipilih sebagai obyek skripsi ini mengingat ia mencakup sebagian besar dari ikan ternak dan ikan kesayangan.
Sistem kekebalan non-spesifik mencakup mukus, epidermis, titer antibodi. Hasil vaksinasi terhadap A. salmonicida sangat bervariasi. Ini diduga berhubungan dengan belum ditemukannya antigen yang tepat. Vaksinasi terhadap A. hydrophila dengan bakterin (formalin killed / Heat inactived) dapat membentuk titer antibodi tetapi korelasinya dengan kekebalan belum jelas. Namun begitu, vaksinasi dengan lipopolisakarida (LPS) kasar (Crude LPS) secara pencelupan dikatakan sangat efektif jika dibandingkan dengan route IP maupun peng- gunaan formalin killed bacterin. Kekebalan yang dibentuk dalam uji-uji ini berkorelasi dengan CMI yang diatur oleh T- like cellmacrophage system.
