View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Metoda intramedullary pin sebagai salah satu cara menanggulangi fraktur femoralis pada anjing

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (6.639Mb)
      Date
      1986
      Author
      Gunandini, Dwi Jayanti
      Prawiradisastra, Sunarya
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Metoda intramedullary pin merupakan salah satu metoda penanggulangan fraktur yang populer karena banyak mempunyai keuntungan, diantaranya adalah : cepat dan mudah dikerja- kan, fiksasi yang dihasilkan lebih kuat dibandingkan metoda plate, setelah sembuh tulang menjadi lebih kuat, dan biaya yang digunakan relatif lebih ekonomis. Beberapa macam intramedullary pin yang ada, diantara- Steinmann pin, Rush pin, Kirschner pin, Kuentscher nya : nail, dan Leighton Shuttle pin. Teknik pemasangan intramedullary pin dapat melalui operasi tertutup atau operasi terbuka, tergantung dari ti- pe dan derajat fraktur. Pada operasi tertutup tidak dila- kukan pembukaan terhadap lokasi fraktur. Penyisipan pin dilakukan melalui fragmen fraktur proximal diteruskan ke fragmen distal, sehingga pada metoda ini luka yang timbul hanya pada tempat dimana pin tersebut dimasukkan. Pada operasi terbuka penyisipan pin dilakukan melalui pembukaan lokasi fraktur. Dalam melakukan pembukaan terhadap lokasi fraktur, harus dipilih pendekatan yang paling sesuai dan paling sedikit kemungkinannya untuk menimbulkan komplikasi. Pengambilan pin biasanya dilakukan setelah empat atau lima minggu disisipkan, diharapkan pada waktu itu telah terjadi pembentukan callus yang sudah cukup kuat untuk me- nunjang berdirinya tubuh. Pada beberapa keadaan pin tidak perlu diambil, misalnya pada anjing tua atau pada anjing yang menderita penyakit tulang. Tidak ada reaksi sakit... akibat pin bertahan di dalam tulang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141316
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository