Profil pengrajin wanita pada industri rumahtangga konveksi sulaman : Kasus di Sumatra Barat
View/ Open
Date
1996Author
Nazir, Arnita
Hubeis, Aida V.S,
Sunito, Melani Abdulkadir
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk melihat peluang berusaha dan bekerja, profil pengusaha dan pekerja wanita, serta hubungan kerja antara keduanya pada industri rumah- tangga konveksi. Industri rumahtangga konveksi yang dimaksud adalah industri rumahtangga sulaman.
Bekerja pada industri rumahtangga konveksi telah lama dilakukan wanita Sumatera Barat, bahkan keterampilan ini merupakan sesuatu yang "seharusnya" dimiliki oleh setiap wanita Minang. Selain menjadi pekerja, wanita juga menjadi pengusaha. Dari 11 unit usaha konveksi sulaman yang ada di daerah penelitian, 8 unit (72,7 persen) dikelola pengusaha wanita. Dari 171 pekerja, 155 orang (90,6 per- sen) adalah wanita.
Pengusaha wanita pada industri ini rata-rata berumur
50 tahun, berpendidikan SD, berstatus menikah, dan rata-
rata telah berusaha selama 17,5 tahun. Sebagian besar
pengusaha memulai usaha dengan modal tabungan sendiri dan
warisan orangtua; tidak ada yang memanfaatkan jasa bank.
Modal warisan berbentuk tempat usaha dan sekaligus tempat
tinggal. Tidak ada pengusaha yang memanfaatkan jasa bank
untuk memulai usaha. Keterampilan sebagai pengusaha
diperoleh melalui orangtua atau saudara dan melihat cara
kerja bekas majikan. Kemajuan usaha dipengaruhi oleh (1)
tingkat pendidikan pengusaha dan pekerjaan suami; (2) pemilikan tempat usaha dan alat produksi. Kemajuan usaha ditandai dengan kemampuan mempekerjakan pekerja tetap.
