View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kedudukan dan peranan pekerja wanita dalam industri pengolahan makanan :Pengrajin upahan, dan pekerja keluarga wanita : Kasus pdad sentra industri Manisan Pala, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor

      Thumbnail
      View/Open
      full text (14.36Mb)
      Date
      1996
      Author
      Farida, Eva
      Sumarti, Titik
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Hak Industri pengolahan adalah industri yang mencakup semua perusahaan yang melakukan kegiatan mengubah barang dasar menjadi barang jadi dan setengah jadi. Dan salah satu bidang yang termasuk industri pengolahan adalah industri pengolahan makanan. Sentra industri rumahtangga manisan pala yang terletak di desa Dramaga, kabupaten Bogor termasuk ke dalam industri pengolahan makanan. Pada sentra industri ini terdapat 47 pengrajin aktif yang mampu menyerap cukup banyak tenaga kerja. Tujuan dari praktek lapang ini adalah untuk mengetahui profil pekerja wanita yang terdiri dari pengrajin, pekerja upahan, dan pekerja keluarga, mengetahui kedudukan pekerja wanita yang dilihat dari segi akses dan kontrol, mengetahui hubungan kerja yang terjadi, serta untuk mengetahui peranan pekerja wanita di industri manisan pala. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ternyata sebagian besar pekerja wanita termasuk ke dalam tingkat terampil, Mereka sebagian besar memiliki motivasi bekerja untuk membantu keluarga dengan jumlah tanggungan rumahtangga lebih dari tiga orang. Dari segi kedudukan, sebagian besar pekerja wanita memiliki akses terhadap sumberdaya dan kelembagaan. Sedangkan kontrol hanya dimiliki oleh pengrajin saja karena mereka yang mengambil keputusan di dalam seluruh proses produksi. Dengan demikian pengrajin memiliki kedudukan tertinggi, sedangkan pekerja upahan dan pekerja keluarga rendah. Hubungan kerja yang terjadi di industri rumahtangga ini tercermin dalam sistem pengupahan yang berdasarkan borongan dan harian, sedangkan pekerja keluarga tidak diupah. Hubungan antara pengrajin dengan pekerjanya berlangsung dalam sistem kekeluargaan. Sebagian besar pekerja upahan adalah saudara dan kenalan dekat pengrajin. Dari hubungan antara peranan dengan keterampilan, motivasi bekerja, dan tanggungan rumahtangga, terdapat kecenderungan bahwa pekerja yang memiliki keterampilan tinggi, motivasi bekerja untuk membantu keluarga serta jumlah tanggungan rumahtangga lebih dari tiga orang cenderung memiliki peranan yang besar di industri rumahtangga manisan pala.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141299
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository