View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Trichomonosis salah satu penyebab infertilitas pada sapi betina

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (6.563Mb)
      Date
      1986
      Author
      Widodo, Sri
      Soekardono, Soeprapto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Trichomonosis adalah salah satu jenis penyakit kelamin menular pada sapi yang bercirikan kemajiran, keguguran dini dan pyometra, dan disebabkan oleh protozoa, Tritrichomonas foetus, yang ditularkan pada sapi-sapi betina oleh perkawinan pejantan yang terinfeksi. Organisme berflagela dengan bentuk tubuh seperti buah pear, berukuran panjang 10 sampai 25 mikron dan lebar 3 sampai 15 mikron itu berkembang biak secara longitudinal binary fission, dan pada preparat segar bergerak memutar, tersendat-sendat seperti spiral dan tidak menentu. T. foetus hanya ditemukan pada saluran kelamin yaitu vagina, cervix, uterus dan isi uterus sapi betina. Segera sesudah mati oleh pengeringan, antiseptika, panas berlebihan dan kondisi negatif lainnya, T. foetus kehilangan bentuk sehingga sulit dibedakan dari reruntuhan sel. Gejala trichomonosis yang paling umum adalah infertilitas atau ketidaksuburan yang ditandai oleh meningkatnya angka Service per Conception (S/C) dan jarak waktu yang lama antara partus dan estrus pertama postpartum. Angka S/C dapat meningkat dari 1,82 pada keadaan normal menjadi rata-rata 5,15 pada trichomonosis. T. foetus menyebabkan perbarahan pada endometrium, selaput lendir cervix dan vagina, dan mempengaruhi perkembangan embrio dan fetus sehingga dapat menyebabkan infertilitas. Terjadinya infertilitas tersebut ialah karena pencegahan implantasi dari ovum terbuahi yang berada dalam uterus yang telah dikolonisasi T. foetus. Pada infertilitas interval antar berahi menjadi panjang karena kematian embrio dini yang sering terjadi pada 15 sampai 80 hari masa kebuntingan. Pada kematian embrio dini, embrio tersebut mengalami maserasi dan diabsorbsi oleh uterus atau dikeluarkan tanpa diketahui. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141292
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository