Pengaruh Korpus Luteum dan Kelainannya Terhadap Reproduksi Sapi Perah Serta Cara Penanggulangannya
Abstract
Peternakan sebagai usaha untuk memenuhi sumber pangan asal hewan perlu diperhatikan dan ditingkatkan kegiatannya. Usaha untuk memajukan bidang peternakan antara lain menangani dan mengatasi gangguan reproduksi Masalah yang sering dijumpai pada sapi perah adalah ke- majiran, dan kemajiran yang tersering adalah kelainan pada korpus luteum. Oleh sebab itu penulis mencoba. membahas masalah tersebut.
Pembentukan korpus luteum (KL) didahului oleh terjadinya ovulasi dan Luteinizing Hormon LH) sebagai penunjang terjadinya ovulasi dan pembentukan KL.
Perubahan yang terjadi pada korpus luteum tergan- tung apakah telur tersebut dibuahi atau tidak. Fungsi korpus luteum menghasilkan progresteron. Progresteron mempunyai sifat bekerja sama dengan estrogen dan meng- hambat gerak peristaltik sluran reproduksi. Kelangsu- ngan hidup korpus luteum dipengaruhi oleh kondisi hor- monal dalam tubuh dan beberapa faktor yang berasal da- ri luar tubuh misalnya terbentuknya Korpus Luteum Per- sisten oleh kematian embrio muda dan berlangsungnya se kresi LH serta faktor dari luar tubuh yaitu pemasangan Intra Uterine Divice (IUD).
Kemajiran dan kelainan reproduksi adalah kelainan korpus luteum juga, antara lain terbentuknya sista kor- pus luteum. Pengobatan secara manual kurang memberi hasil yang baik karena mempunyai akibat-akibat yang ti- dak menguntungkan yaitu perbarahan dan adhesi ovarium. Sedangkan dengan pemberian LH untuk sista korpus lute- um dan PGF2, alpha untuk KLP memberi hasil yang baik….
