Pengaruh Defoliasi Terhadap Pertumbuhan, Hasil Dan Komponen Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.)
View/ Open
Date
1983Author
Dewi, Iswari Saraswati
Bahrsjah, Justika S.
Metadata
Show full item recordAbstract
Percobaan dilakukan di rumah kaca, Darmaga IV-IPB dari bulan Oktober 1982 sampai bulan Januari 1983 dengan menggunakan rancangan faktorial 5 x 3 dan ulangan tiga kali. Perlakuan intensitas defoliasi terdiri atas intensitas 0%, 17%, 33.3%, 50% dan 67% atau masing-masing digunting O anak daun, 0.5 anak daun, 1 anak daun, 1.5 anak daun dan 2 anak daun. Perlakuan waktu pelaksanaan defoliasi dilakukan pada tingkat pertumbuhan V4 yaitu keadaan daun pada buku keempat telah berkembang penuh, R₁ yaitu keadaan pada saat terdapat satu bunga mekar, dan R5 yaitu keadaan pada saat biji mulai dapat diraba. Perlakuan defoliasi dilaksanakan dengan gunting, pada kedelai varietas Galunggung. Untuk seluruh percobaan diperlukan 360 tanaman dengan perincian 180 tanaman un- tuk pengamatan pertumbuhan dan sisanya untuk pengamatan produksi.
Perlakuan defoliasi mempengaruhi pertumbuhan dalam hal meningkatkan rasio bobot kering akar dengan: bobot kering tajuk (rasio A/T), tetapi tidak berpengaruh pada rasio bobot kering daun dengan luas daun ( rasio B/L).
Indeks biji dan Indeks panen tidak dipengaruhi oleh
kedua faktor perlakuan, tetapi banyaknya
biji
dan
banyaknya polong dipengaruhi oleh waktu pelaksanaan defoliasi. Persentase polong hampa dipengaruhi hanya oleh
intensitas defoliasi, sedangkan hasil biji
dipengaruhi
oleh masing-masing faktor tunggal perlakuan (intensitas
dan waktu pelaksanaan defoliasi). Intensitas defoliasi
yang paling berpengaruh ialah intensitas 67%, sedangkan
waktu pelaksanaan defoliasi yang berpengaruh ialah pada
tingkat pertumbuhan R5.
