Pengusahaan Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L) di Perseroan Terbatas Perkebunan XXVII Jember, Jawa Timur
View/ Open
Date
1982Author
Ranuhandoko, Ulderico Willy
Sukardi, Wahyudi
Metadata
Show full item recordAbstract
Sektor pertanian dewasa ini masih merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Keadaan lingkungan hidup dan pasar yang cocok akan menunjang perkembangan pertanian. Beberapa komoditi hasil pertanian yang dapat diperdagangkan di pasaran internasional merupakan sumber devisa negara, di antaranya adalah tembakau.
Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman penghasil devisa penting bagi Indonesia. Kendatipun tembakau tidak termasuk bahan pangan pokok seperti padi, jagung dan sebagainya tetapi penggunaannya sebagai bahan kesenangan (luxurious) misalnya cerutu, rokok, tembakau pipa dan lainnya tidak dapat diabaikan. Permintaan akan tembakau tiap tahunnya cenderung semakin meningkat, tetapi persaingan dengan negara-negara pengekspor tembakau lain senantiasa menghambat pengembangan ekspor Indonesia; hal ini terlihat pada Tabel 1.
Tambunan, Abdullah dan Hamid (1959) menyatakan bahwa tembakau merupakan lima besar pendapatan yang diperoleh negara baik yang berupa devisa maupun pajak. Selain itu pengusahaan tembakau dapat memberikan aktifitas lan jut di bidang industri lainnya misalnya pabrik rokok, esense, bahan perekat dan sebagainya (Djojosoediro, 1967).
