Peranan wisata alam yang berwawasan lingkungan dalam perekonomian di wilayah pengembangan parawisata II Bogor
Abstract
Sektor pariwisata semakin diandalkan oleh pemerintah Indonesia sebagai penghasil devisa non migas utama pada tahun 2005 dengan target sebesar $ 15 milyar. Semakin gencarnya isu lingkungan memberi suatu pemikiran baru untuk memasukkan dampak negatif pembangunan dalam perhitungan pendapatan nasional/daerah agar sumberdaya alam sebagai modal pembangunan dapat terjamin kelestariaannya. Wisata alam sebagai suatu bentuk rekreasi yang memanfaatkan sumberdaya alam sebagai objek rekreasi sangat tergantung pada lingkungan dan rentan terhadap dampak negatif yang terjadi pada lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari (1) faktor-faktor yang mempengaruhi frekwensi kunjungan ke wisata alam di Wilayah Pengembangan Pariwisata (WPP) II Bogor, (2) keterkaitan faktor-faktor ekonomi dan faktor-faktor lingkungan yang diduga mempengaruhi pengembangan wisata alam di WPP II Bogor, (3) penga- ruh dimasukkannya manfaat dan dampak negatif wisata alam dalam pendapatan daerah dan (4) peranan wisata alam dalam perekonomian daerah baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi tenaga kerja.
Frekwensi kunjungan ke objek wisata alam di WPP II Bogor dipengaruhi oleh biaya perjalanan (positif), jarak dan penghasilan rata-rata per bulan (negatif). Frekwensi kunjungan yang dilakukan bersama keluarga lebih tinggi dibandingkan dengan kunjungan yang dilakukan bersama teman atau sendiri.
Terdapat korelasi yang tinggi adalah antara suhu dengan ketinggian, antara sisa pencemaran dengan jumlah pengunjung, antara fasilitas dengan jumlah pengunjung, dan antara tenaga kerja dengan tingkat pendapatan. Hal ini berarti terjadi suatu hubungan yang erat antara jumlah pengunjung dengan tersedianya fasilitas di kawasan dan dengan sisa pencemaran yang ditimbulkan akibat aktivitas wisatawan di objek wisata alam.
Keluaran yang diharapkan dari aktivitas wisata alam, yaitu jumlah kunjungan, penyerapan tenaga kerja dan pendapatan selain dipengaruhi oleh variabel-variabel ekonomi juga dipengaruhi oleh variabel-variabel lingkungan. Pengaruh variabel lingkungan terhadap keluaran yang diharapkan ini lebih banyak terjadi karena efek tidak langsung dibandingkan dengan variabel ekonomi yang cenderung memberikan pengaruh langsung…dst
