Implementasi quality function development dalam peningkatan manajemen mutu : Studi kasus pada milk treatment KPBS Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Abstract
Koperasi di masa yang akan datang diharapkan mempunyai peranan yang semakin penting, terutama dalam kaitannya sebagai wahana pengembangan ekonomi kerakyatan. Indonesia mempunyai beberapa jenis koperasi yang bergerak di bidang pertanian, salah satunya adalah Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, salah satu koperasi primer dibidang persusuan. Koperasi ini bersifat single purpose cooperative dengan produk utama susu dan hasil olahannya. Koperasi ini beserta koperasi primer persusuan lainnya terhimpun dalam Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI).
Susu dapat dikonsumsi dalam bentuk susu segar maupun susu olahan seperti susu bubuk, susu kental manis, susu pasteurisasi, dll. Susu pasteurisasi merupakan susu olahan yang banyak diproduksi oleh koperasi sebagai bentuk diversifikasi produk. Alasan koperasi untuk memproduksi susu pasteurisasi antara lain: 1) teknologi yang digunakan dalam proses produksi yang relatif sederhana, 2) harga jual yang terjangkau konsumen, dan 3) harga susu segar dari IPS tidak lagi dapat memberikan keuntungan yang layak bagi peternak dan koperasi.
Keberhasilan KPBS Pangalengan dalam meraih pangsa pasar susu pasteurisasi telah menciptakan persaingan yang semakin ketat, sehingga konsumen mendapatkan banyak pilihan dan tidak lagi terpaku pada satu produsen saja. Kebutuhan konsumen tidak lagi terbatas pada pemenuhan kuantitas saja, tetapi juga pada kualitasnya (mutu). KPBS Pangalengan sebagai salah satu produsen susu pasteurisasi harus meningkatkan keunggulan daya saingnya agar dapat bertahan dalam persaingan. Mutu susu pasteurisasi tidak hanya ditentukan pada proses produksi saja, melainkan juga ditentukan pada proses pra produksi dan proses pasca produksi. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi persaingan, aspek mutu perlu selalu dievaluasi dan direncanakan perbaikannya melalui penerapan manajemen mutu terpadu.
Tujuan dari penelitian ini: 1) Mempelajari pelaksanaan manajemen mutu yang dilakukan Milk Treatment KPBS Pangalengan, 2) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi mutu susu pasteurisasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan manajemen mutu pada Milk Treatment KPBS Pangalengan, 3) Memformulsi manajemen mutu pada Milk Treatment KPBS Pangalengan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi saran atau masukan dalam pengambilan keputusan baik dalam perencanaan, penerapan, evaluasi maupun pengembangan manajemen mutu pada Milk Treatment KPBS Pangalengan dan sebagai bahan bagi
penelitian lebih lanjut bagi para akademisi maupun pihak KPBS Pangalengan.
Penelitian ini dilaksanakan di Milk Treatment KPBS Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desain dari penelitian ini adalah studi kasus yang bersifat deskriptif analitis. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dari pihak koperasi dan instansi terkait…dst
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
