View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Fisheries and Marine Science
      • UT - Aquatic Resources Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh aplikasi zeolit terhadap beberapa parameter kualitas air pada salinitas yang berbeda

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (12.55Mb)
      Date
      1995
      Author
      Mona, Hanna Wama
      Widigdo, Bambang
      Hariyadi, Sigid
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pertambakan merupakan salah satu alternatif dari budidaya perairan untuk meningkatkan produksi udang khususnya udang windu (Penaeus monodon). Usaha budidaya dengan sistem intensif saat ini sudah banyak dilakukan, ciri dari sistem ini antara lain pemupukkan air tambak dengan pupuk organik, padat penebaran tinggi, pemberian pakan buatan dalam jumlah besar, yang mengakibatkan adanya penumpukkan bahan organik di tambak. Pencemaran bahan organik menyebabkan turunnya kualitas air tambak, karena terbentuknya amonia (NH3-N), rendahnya oksigen terlarut dan akibat lainnya yang cenderung berbahaya bagi kehidupan udang. Pada lingkungan perairan tawar dan tanah, zeolit merupakan suatu subtansi yang punya kapasitas tukar kation (KTK) tinggi sehingga mampu menyerap gas-gas beracun dan menambah mineral. Dari berbagai penelitian mengenai efektifitas penggunaan mineral zeolit dalam bidang perikanan menunjukkan bahwa zeolit berpengaruh positif dalam mengurangi amonia, meningkatkan oksigen terlarut. Kapasitas penyerapan zeolit terhadap gas atau cairan dipengaruhi karasteristik dan sifat fisik mineral zeolit, jenis adsorbat yang akan diserap (Mumpton, 1984; Supriyono, 1988). Jhonson dan Seiburth (1974), Collela (1984) dalam Brayoga (1988) menyatakan bahwa efisiensi zeolit dalam penyerapan terhadap iom amonium menurun dengan makin meningkatnya salinitas. Namun sebaliknya belum banyak informasi tentang efektifitas zeolit dalam air bersalinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap efektifitas zeolit dalam menurunkan konsentrasi amonia, dan perubahan parameter kualitas air lainnya. Penelitian dilakukan di laboratorium Biologi Air dan Limnologi, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor, dari bulan April sampai Juni 1994. Wadah yang digunakan sebanyak 18 buah, diisi air contoh yang berasal dari Muara Karang, Jakarta. Zeolit yang digunakan adalah zeolit yang berasal dari P.T Wonder Zeolit, Sukabumi. Karasteritik zeolit mengandung mineral zeolit clinoptilolite (47,18 %) dan mordenit (19,85 %), sebelum digunakan zeolit dipanaskan (aktivasi fisis). Penelitian terdiri atas dua tahap yaitu percobaan pendahuluan untuk menentukan kisaran dosis zeolit, dan dosis yang didapat 1000 mg/l yang digunakan pada percobaan utama, sedangkan pada percobaan utama salinitas yang digunakan O ppt, 5 ppt, 15 ppt, 25 ppt, 30 ppt, dan 35 ppt. Setiap perlakuan salinitas mendapat 3 kali ulangan percobaan, pengamatan dilakukan sebelum aplikasi zeolit dan sesudah aplikasi selama 12 jam. Tingkat keefektifan zeolit tertinggi (8,09%) pada salinitas 15 ppt, dan terendah (1,07%) pada salinitas air media 30 ppt. Dari hasil uji lanjut statistik tidak ada perbedaan yang nyata antara pengaruh salinitas O ppt, 5 ppt, 15 ppt, 25 ppt, 30 ppt terhadap penurunan konsentrasi amonia. Tetapi terjadi kecenderungan penurunan konsentrasi AT yang diserap pada salinitas air media di atas 15 ppt, hal ini ditunjukkan adanya peningkatan konsentrasi amonia total (AT) pada salinitas 35 ppt. Kapasitas penyerapan amonium menurun pada salinitas yang lebih besar dari 15 ppt. Perubahan konsentrasi AT setelah aplikasi zeolit menyebabkan juga bertambahnya konsentrasi oksigen terlarut dan nitrat pada setiap perlakuan salinitas air media, dengan peningkatan oksigen terlarut tertinggi terjadi pada salinitas O ppt. Parameter kualitas air yang lain, seperti pH dan temperatur air media tidak mengalami perubahan yang berarti. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai pengaruh jumlah zeolit yang berbeda dan lamanya waktu kontak (contact time) zeolit dengan adsorbat pada kisaran salinitas yang telah dicobakan, agar diperoleh hasil yang lebih memuaskan mengenai aplikasi zeolit dalam mempengaruhi perubahan kualitas air
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140976
      Collections
      • UT - Aquatic Resources Management [2679]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository