Kesiapan Tenaga Kependidikan pada Implementasi Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (Studi Kasus: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University)
Date
2024-02Author
A'yuni, Naraini Putri Kurata
Hidayatulloh, Furqon Syarief
Nuva
Metadata
Show full item recordAbstract
Stigma sering terjadinya korupsi dan buruknya layanan pada pelayanan publik di
masyarakat Indonesia harus dipatahkan. Pelayanan tidak lagi berorientasi pada
kepentingan pribadi yang menjadikan birokrasi di Indonesia menjadi kurang responsif
terhadap kepentingan masyarakat. Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia merancang kebijakan pembangunan Zona
Integritas kebijakan dalam rangka menciptakan terwujudnya pemerintahan yang bersih
dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) serta meningkatkan kualitas pelayanan
publik kepada masyarakat. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) ditunjuk oleh
IPB University menjadi fakultas percontohan sebagai wujud komitmen menjadi Zona
Integritas menuju Wilayah Bebas dari Karupsi (ZI WBK). FEM berupaya untuk
menjadi fakultas dengan pelayanan publik yang terbaik sehingga mendukung IPB
untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) ke 16 yaitu Perdamaian,
Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh yaitu Membangun Kelembagaan yang
Efektif, Akuntabel, dan Inklusif di semua tingkatan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik tenaga kependidikan
(tendik) FEM, pengetahuannya terkait ZI WBK serta kesiapan tenaga kependidikan
Fakultas Ekonomi dan Manajemen dalam mengimplementasikan zona integritas
wilayah bebas dari korupsi serta faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif yang dianalisis dengan
Structural Equation Modeling (SEM). Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah survey pada populasi atau sensus dengan memberikan koesioner terstruktur
yang telah dicetak pada kertas dan diberikan secara langsung kepada seluruh tenaga
kependidikan di Fakultas Ekonomi dan Manajemen berjumlah 104 orang. Selain itu
juga dilakukan wawancara kepada beberapa tenaga kependidikan, tim
pembangunan ZI WBK Universitas Padjajaran dan Pimpinan FEM.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 82% tendik FEM yang mengetahui
istilah ZI WBK dan hanya 72% yang memahami ZI WBK sehingga perlu dilakukan
sosialisasi kembali agar ZI WBK tidak hanya menjadi istilah yang hanya diketahui
namun juga dipahami untuk diimplementasikan. Tenaga kependidikan FEM
dikategorikan siap untuk implementasi ZI WBK dengan nilai rata-rata 3,95; namun
membutuhkan sedikit perbaikan pada teknologi informasi. Faktor yang memengaruhi
kesiapan tenaga kependidikan dalam implementasi ZI WBK pada penelitian ini adalah
manajemen perubahan dan manajemen SDM yang memengaruhi secara langsung dan
signifikan terhadap kesiapan untuk berubah dan memberikan pengaruh signifikan
secara tidak langsung terhadap kinerja pelayanan publik para tenaga kependidikan
FEM. Pada penelitian ini variabel teknologi informasi tidak memberikan pengaruh
yang sigifikan karena tidak semua tenaga kependidikan di FEM dalam pekerjaan yang
dilakukan sehari-hari menggunakan teknologi informasi, namun para tendik tetap harus
dilakukan peningkatan kemampuan untuk mengikuti digitalisasi yang terjadi.
Peningkatan kapasitas dan kompetensi dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang
lebih tinggi juga penting dilakukan untuk meningkat kinerja.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
