Pengaruh pendidikan non - formal terhadap peluang berusaha bagi wanita pedesaan
Abstract
Data penelitian di Jawa Barat tahun 1977-1978 (Oleh Pudjiwati Sajogyo) menunjukkan bahwa wanita pedesaan mempunyai peran ganda. Kenyataan dan norma memperlihatkan bahwa wanita dalam keluarga mempunyai peranan sebagai ibu rumah tangga yang bekerja mengurus rumah tangga sebagai bagian dari proses reproduksi dan sosialisasi anak. Se- bagai anggota keluarga dan rumah tangga dalam masyarakat luas wanita mempunyai peranan di bidang pekerjaan nafkah, khususnya dalam usahatani keluarga. Pada rumah tangga yang tidak mampu wanita pun bekerja sebagai baruh tani; ternyata hal ini dapat mendukung kelangsungan dan ketahanan hidup keluarga.
Kondisi ekonomi keluarga yang belum mencukupi kebutuhan anggotanya mendorong wanita untuk memanfaatkan peluang bekerja yang ada dalam masyarakat. Perlu diperhatikan bahwa 10% dari rumah tangga di Indonesia adalah female headed huosehcids (BPS Sensus Pertanian, 1983). Dengan demikian sumbangan nafkah wanita tidak dapat diabaikan.
Kenyataan yang ada menunjukkan bahwa lapangan pekerjaan yang menyerap tenaga kerja wanita masih terbatas.
Hal ini karena masih adanya anggapan bahwa pekerjaan nafkah adalah pekerjaan pria. wanita adalah pendidikan. Masalah lain yang dihadapi Dalam pendidikan formal per bandingan pria dan wanita untuk memperoleh pendidikan masih 1 berbanding 3. Selain itu masuknya teknologi pertanian modern telah pula membatasi peluang bekerja wanita di sektor pertanian...
