View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Plant Protection
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh ekstrak biji Aglaia harmsian Perkins (Meliaceae) terhadap mortalitas dan perkembangan Croidolomia binotalis Zeller (Lepidoptera : Pyralidae)

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (8.722Mb)
      Date
      1995
      Author
      Hartati, Sri
      Prijono, Djoko
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak biji Aglaia harmsiana terhadap ulat daun kubis Crocidolomia binotalis Zeller (Lepidoptera: Pyralidae). Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan pelarut metanol. Biji A. harmsiana (100 g) dihancurkan dengan mortar, kemudian diblender dengan metanol (800 ml). Setelah disaring dengan corong Büchner yang dialasi kertas saring Whatman no. 41, metanol diuapkan dengan alat penguap (rotary evaporator). Ekstrak yang diperoleh berupa cairan kental berwarna coklat. Untuk menduga konsentrasi ekstrak yang dapat memberikan tingkat kematian larva antara 0% dan 100% (eksklusif) maka dilakukan uji pendahuluan. Ekstrak dilarutkan dalam sedikit metanol kemudian ditambahkan pengemulsi alkil gliserol ftalat (Latron 77L) dan selanjutnya diencerkan dengan air. Pada tahap ini ekstrak diuji pada konsentrasi 0.5% dan 0.05%. Daun pakan serangga (daun brokoli) dicelup dalam ekstrak selama 5 detik, kemudian dikeringudarakan. Larva C. binotalis instar III (16-18 jam setelah ganti kulit) diberi makan daun brokoli berperlakuan ekstrak uji selama 24 jam, kemudian diberi pakan daun tak berperlakuan. Pada tahap ini pengujian dilakukan dengan tiga ulangan (30 larva). Larva diamati setiap hari hingga saat berkepompong. Pada pengamatan pertama (24 jam setelah perlakuan), persentase daun yang dimakan, jumlah larva yang mati dan yang ganti kulit dicatat. Pada pengamatan selanjutnya selain jumlah larva yang mati dan ganti kulit, dicatat pula jumlah larva yang berkepompong. Data kematian larva secara kumulatif hingga saat berkepompong digunakan untuk menentukan konsentrasi ekstrak yang di- gunakan dalam uji lanjutan. Berdasarkan uji pendahuluan ini, pada uji lanjutan ekstrak diuji pada enam taraf konsentrasi (0.045-0.45%). Cara pengenceran ekstrak, cara perlakuan dan peubah yang diamati sama seperti pada uji pendahuluan. Pada tahap ini pengujian dilakukan dengan empat ulangan (40 larva). Data yang diperoleh diolah dengan sidik ragam (menurut rancangan acak lengkap). Pengujian perbedaan antar nilai tengah perlakuan dilakukan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) (least significant dif- ference). ..
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140847
      Collections
      • UT - Plant Protection [2517]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository