Pengelolaan Tanaman Apel (Malus sylvestris Mill.) di PT Taman Internasional Batu-Malang
View/ Open
Date
1984Author
Boediono, Eddy
Harjadi, Sri Setyati
Krisantini
Metadata
Show full item recordAbstract
Produksi karbohidrat, khususnya beras, telah berhasil ditingkatkan dengan kemajuan-kemajuan yang pesat. Dengan tetap mempertahankan laju peningkatan produksi tanaman sumber karbohidrat, Pemerintah akan lebih meningkatkan produksi hortikultur yang merupakan sumber vitamin dan mineral.
Berdasarkan SK menteri perdagangan no: 505/KP/XII/82 tentang tataniaga impor makanan, minuman dan buah-buahan, Pemerintah telah membatasi impor apel segar. Hal ini dilakukan dalam rangka merangsang pengembangan produksi dalam negeri yang dapat mendorong perluasan lapangan 7 kerja. Dengan dibatasinya impor apel, berarti kebutuhan konsumsi apel di Indonesia harus dipenuhi produksi dalam negeri. Kenyataan ini menandakan bahwa prospek pengembangan apel di Indonesia cukup mengembirakan.
Kualitas apel kita masih banyak mempunyai kekurangan- kekurangan sehingga belum dapat mengatasi saingan apel dari negara lain yang memang telah lama mengusahakan. Untuk itu perlu kiranya diperdalam tentang agronomi apel. Dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan Pemerintah, niscaya kekurangan-kekurangan diatas dapat diatasi. Apel di Indonesia mempunyai rasa enak, lebih segar dan lebih remah dibanding dengan apel impor yang mempunyai daging lunak dan tidak sesegar apel dalam negeri.
