Pengaruh Zat Pengaturan Tumbuh Triacontanol Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) Varietas Merak Dan Betet
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh triacontanol terhadap pertumbuhan dan produksi dua varietas kacang hijau (Merak dan Betet).
Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan IPB Babakan Darmaga, Bogor, mulai bulan Mei 1987 sampai dengan Juli 1987. Zat pengatur tumbuh triacontanol digunakan dalam bentuk formulasi dagang Dharmasri 5 EC. Percobaan disusun secara faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok. Terdapat dua faktor perlakuan, yaitu faktor konsentrasi triacontanol dengan enam taraf: 0, 0.3, 0.6, 0.9, 1.2 dan 1.5 mg/1, dan faktor varietas kacang hijau, yaitu Merak dan Betet. Seluruhnya terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan tiga ulangan sehingga terdapat 36 satuan percobaan.
Zat pengatur tumbuh triacontanol diberikan dua kali
pada umur dua minggu setelah tanam dengan volume semprot 400 1 larutan/ha, dan pada umur empat minggu setelah tanam dengan volume semprot 600 1 larutan/ha.
Perlakuan zat pengatur tumbuh triacontanol pada berbagai konsentrasi tidak berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati, yaitu tinggi tanaman, indeks luas daun, bobot kering brangkasan/tanaman, jumlah polong isi/tanaman, persentase polong isi, panjang polong, jumlah biji/polong, jumlah biji/tanaman, bobot 100 butir, bobot biji/tanaman, bobot biji/ha, persentase panen dan indeks panen.
Triacontanol tidak mempengaruhi pertumbuhan vegetatif dan produktif pada kedua varietas kacang hijau yang dicobakan. Baik varietas Merak dan Betet tidak menunjukkan tanggap yang berbeda terhadap pemberian triacontanol.
