Pengaruh Kadar Air Awal, Jenis Wadah dan Kondisi Ruang Terhadap Viabilitas Benih Kopi (Coffea canephora) Apabila Periode Konservasi Delapan Minggu
View/ Open
Date
1987Author
Purwanto, Iwan Meidi
Sadjad, Sjamsoe'oed
Widajati, Eny
Metadata
Show full item recordAbstract
Beracuan pada Paket Kebijaksanaan 24 Desember 1987 tentang deregulasi dan debirokratisasi komoditi ekspor di Indonesia, maka peningkatan produksi dan kualitas komoditi kopi
harus segera ditangani dengan lebih intensif, sehingga nilai
devisa yang dihasilkannya menjadi lebih tinggi lagi. Untuk
menghasilkan komoditi kopi yang bermutu tinggi maka tanaman
sumber yang digunakan harus merupakan tanaman yang baik dan
resisten terhadap serangan hama maupun bibit penyakit (Wachyar, 1984). Syarat utama yang diperlukan untuk mendapatkan
tanaman kopi yang baik adalah penggunaan benih kopi yang baik dan benar pula.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air awal, jenis wadah, kondisi ruang, dan interaksinya terhadap viabilitas benih kopi apabila periode konservasi delapan minggu.
Status viabilitas benih yang diamati dalam penelitian ini meliputi viabilitas potensial yang diukur dengan tolok ukur daya berkecambah, serta vigor kekuatan tumbuh dengan tolok ukur kecepatan tumbuh dan keserempakan tumbuh. Selain itu juga dilakukan pengukuran terhadap kadar air benih setelah masa konservasi.
Agar benih kopi memiliki kadar air yang tetap tinggi kalau periode konservasi 2, 4 dan 6 minggu, maka benih sebaiknya berada dalam wadah plastik dengan kadar air awal
50-55% serta dalam kondisi ruang RH 90.4% dan suhu 27.4°C.
Benih dalam wadah porus dengan kadar air awal yang lebih rendah serta berada dalam ruang RH 42.8% dan suhu 22.7°C akan mengalami penurunan kadar air yang sangat drastis. Wadah plastik bersifat resisten terhadap kelembaban, sehing- ga benih sulit mengadakan kesetimbangan kadar air dengan lingkungan di luar wadah. Hal seperti ini berlaku pula kalau periode konservasi 8 minggu, benih kopi dengan kadar air awal 50-55% dan berada dalam wadah plastik ternyata memiliki kadar air setelah masa konservasi yang masih tetap tinggi...
