View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Peranan depot logistik dalam pengadaan dan penyaluran gula di Jawa Barat ( Suatu studi kasus pada depot logistik, Propinsi Jawa Barat )

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (19.98Mb)
      Date
      1985
      Author
      Mezzofanti, Reni
      Hanafiah, T.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji mekanisme sistem pengadaan dan penyaluran gula serta mengkaji permasalahan yang dihadapi Koperasi Unit Desa (KUD), Pa brik Gula (PG) dan Depot Logistik (DOLOG) dalam melaksana- kan pengadaan dan penyaluran gula. Dalam mekanisme sistem pengadaan dan penyaluran gula, DOLOG berfungsi sebagai pembeli tunggal gula yang berasal dari hasil giling tebu rakyat, baik TRI maupun TRB yang besarnya 60 persen yang merupakan bagian petani. Sedang- kan gula milik PG yang besarnya 40 persen dari hasil giling tebu rakyat dibeli oleh Bank Bumi Daya (BBD), setelah gula milik PG dibeli BBD kemudian diserahkan kepada DOLOG untuk disalurkan kepada masyarakat. Peranan KUD dalam pengadaan gula adalah sebagai penyedia bahan baku untuk PG dan penyedia sarana produksi bagi petani. Pelayanan kredit serta bagi hasil antara petani dengan PG dilaksanakan KUD. Permasalahan yang timbul antara petani dengan PG adalah mengenai rendemen serta ketidak sesuaian waktu tebang antara rencana dengan realisasi. Kelambatan penebangan tersebut mengakibatkan rendahnya rendemen yang menyebabkan rendahnya produktivitas gula. Penurunan rendemen tersebut tidak hanya disebabkan kultur teknis yang belum baik, tetapi juga oleh pelayanan teknis yang dilakukan PG kepada petani belum baik. Permasalahan administratif antara PG dan petani adalah mengenai kelambatan penyelesaian DO oleh PG. Akibat kelambatan tersebut petani harus menanggung beban bunga, yang seharusnya tidak terjadi. Selain masalah DO, petani juga sering mengalami kelambatan dalam menerima pendapat - an. Hal ini disebabkan pencairan Surat Perintah Penyetoran (SPP) yang terlambat. Penyebab kelambatan ini, selain disebabkan oleh kelambatan pengeluaran DO oleh PG, juga karena dana DOLOG yang tersedia di BRI kosong. Akibat kelambatan pencairan SPP, KUD harus menanggung beban bunga tambahan yang diambil dari kredit pengadaan gula…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140741
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository