View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Forestry and Environment
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi keanekaragaman jenis pakan badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis Fischer, 1814) di areal pengembangan suaka rhino Sumatera taman nasional way kambas, Lampung

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (6.361Mb)
      Date
      2003
      Author
      Adithya, Prama
      Thohari, Macmud
      Ginoga, Lin Nuriah
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Badak Sumatera (Dicerorhinis sumatrensis, Fischer, 1814) adalah salah satu jenis badak dari linma jenis badak yang ada di bumi dan merupakan satu-satunya jenis badak dari genus Droerorhinus yang masih hidup sampai saat ini. Badak Sumatera merupakan jenis satwa langka dan telah dilindungi berdasarkan Lndang-Undang No 5 Tahun 1990 dan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Yayasan Mitra Rhino (1998) menyatakan bahwa populasi Badak Sumatera di Indonesia diperkirakan sekitar 215 - 319 ekor, dengan penyebaran di Taman Nasional Gunung Leuseur 90-120 ekor, Taman Nasional Kerinci Seblat 15-60 exor, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan 2560 ekor dan Taman Nasional Way Kambas 15-25 ekor Dalam rangka usaha-usaha perlindungan dan pelestarian yang terencana, pengetahuan tentang potensi pakan dari badak sangat penting bagi kelangsungan satwa langka ini, karena dengan mengetahui potensi pakannya maka dapat dilaksanakan usaha-usaha perlindungan dan penyelamatan Badak Sumatera 5. cara tepar Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi keanekaragaman jenis tumbuhan pakan Badak Sumatera, mengetahui tingkat palatabilitas (tingkat kesukaan) pakan Badak Sumatera, dan mengetahui nilai gizi dari pakan Badak Sumatera di areal pengembangan Suaka Rhino Sumatera, Taman Nasional Way Kambas Lampung. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberi informasi mengenai potensi pakan Badak Sumatera, untuk selanjutnya dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam rangka pelestarian Badak Sumatera khususnya mengenai pengelolaan ketersediaan pakan Badak Sumatera, sehingga keberadaan Badak Sumatera di habitatnya dapat dipertahankan. Secara geografis areal pengembangan Suaka Rhino Sumatera terletak antara 4°59'-5°05' Lintang Selatan dan 105°42'-105°48' Bujur Timur dan memiliki areal seluas 9.204 Ha berada dalam kawasan Taman Nasional Way Kambas. areal pengembangan Suaka Rhino Sumatera (SRS) didominasi oleh eosistem hutan hujan dataran rendah sedangkan lainnya adalah rawa-rawa dengan lingkup yang kecil L'engambilan data di lapangan dilaksanakan pada bulan Juli - Agustus 2001. Metode pengambilan data vegetasi dimulai dengan analisis vegetasi pada masing-masing tipe vegetasi untuk mendapatkan data komposisi jenis vegetasi yang menjadi pakan badak. Untuk mengetahui keanekaragaman jenis pakan dilakukan dengan cara analisis vegetasi. Analisis vegetasi dilakukan dengan cira sampling pada lokasi pengamatan, Metode yang digunakan adalah metode garis berpetak (Soerianegara dan Indrawan, 1988). Untuk mengetahui palatabilitas suatu jenis pakan satwa di lapangan dilakukan dengan menghitung frekuensi dan jumlah total dari jenis pakan tersebut. Pengamatan dilakukan sepanjang jalur-jalur pengamatan Salah satu pendekatan untuk menilai kualitas suatu pakan (nilai gizinya), elalur analisis laboratorium menurut analisis proksimat Hasil penelitian di lapangan ditemukan 17 jenis tumbuhan yang terdiri dari 11 famili yang dimakan Badak Sumatera, terdiri dari 7 jenis berkayu dan 10 jenis tumbuhan bawah. Dari 7 jenis berkayu ternyata yang dimakan adalah 4 jenis tingkat pancang dan 3 jenis tingkat semai. Pemilihan tingkat jenis pakan disebabkan karena pada tingkat semai dan pancang badak lebih mudah untuk inenjangkaunya dibandingkan dengan pada tingkatan tiang dan pohon. Walaupun demikian dari 17 jenis tersebut bagian yang dimakan adalah sama yaitu bagian daun dan batang muda. Jenis pakan pada semak yang mendominasi adalah Paku andam dengan nilai INP 34,413%, sedangkan pada liana jenis pakan yang memiliki dominasi tertinggi adalah Akar merah dengan nilai INP 38,116% dan Srihan dengan nilai INP 30,952% Dominasi tertinggi pada semaian untuk jenis pakan diruiliki Terentang dengan nilai INP 21,336%, dilanjutkan dengan Soka putih dengan nilai INP 13,958% Untuk pancang yang mendominasi jenis pakan adalah Waru dengan nilai INP 11,420%. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140726
      Collections
      • UT - Conservation of Forest and Ecotourism [2503]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository