Pola dan laju konversi lahan pada daerah belakang (Hinterland) dari dua pusat yang memiliki hirarki berbeda : studi kasus di kecamatan Citeureup dan Cijeruk, kabupaten Bogor, Jawa Barat
View/ Open
Date
1994Author
Shiddiq, Diar
Nasoetion, Lutfi Ibrahim
Saefulhakim, R, Sunsun
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) menentukan batas wilayah pelayanan dari dua pusat hirarki, (2) membandingkan pola dan laju konversi lahan pada daerah belakang (hinterland) dari dua pusat tersebut, (3) menganalisis dan membandingkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konversi lahan pertanian ke lahan agrowisata.
Penelitian ini merupakan studi kasus di Kecamatan Citeureup dan Cijeruk Kabupaten Bogor Jawa Barat yang dilakukan selama 3 bulan, dari bulan November 1993 sampai Januari 1994. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung di lapangan, sedangkan data sekunder diambil dari berbagai instansi yang terkait.
Pada penelitian ini, batas wilayah pelayanan dari dua pusat hirarki ditentukan dengan metode gravitasi, sedangkan untuk menentukan pola dan laju konversi lahan digunakan metode shift share analysis. Analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap konversi lahan pertanian ke lahan agrowisata ditentukan dengan metode kuadrat terkecil dua tahap (two stages least square). Analisis komponen utama dilakukan untuk mengatasi adanya gejala multikolinearitas antar peubah bebas X.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari empat desa yang dominan menjadi pusat pelayanan di Kecamatan Citeureup, batas wilayah pelayanannya masing- masing adalah Desa Citeureup meliputi Desa-desa Karangasem Barat, Karangasem Timur, Puspanegara, Tarikolot, Puspasari, dan Sukahati. Desa Leuwinutug meliputi ..dst
