View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agriculture
      • UT - Agronomy and Horticulture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi viabilitas benih kacang tanah (Arachis hypogaea L.) apkiran (Rejected) varietas pelanduk dan variets tapir

      Thumbnail
      View/Open
      full text (1.918Mb)
      Date
      1991
      Author
      Kusdamayanti
      Sadjad, Sjamsoe'oed
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pengolahan benih kacang tanah pada umumnya masih dilakukan secara manual berdasarkan penampakan fisik polongnya. Dengan cara ini polong yang bermutu rendah walaupun benih di dalamnya mempunyai viabilitas yang baik akan tersingkir menjadi polong apkiran. Benih dari polong apkiran yang masih mempunyai viabilitas yang baik sebenarnya masih dapat dimanfaatkan sebagai benih. Hal ini mungkin lebih menguntungkan dibandingkan dengan menjadikan benih dari polong apkiran tersebut sebagai bahan konsumsi. Penelitian ini bertujuan mempelajari viabilitas benih dari polong apkiran. Hipotesis yang diajukan adalah (1) dalam kelompok polong apkiran masih terdapat polong yang mempunyai benih dengan viabilitas yang baik dan (2) Benih apkiran dengan ukuran butiran lebih besar mempunyai viabilitas yang lebih baik. Penelitian dilakukan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih IPB Leuwikopo Darmaga dan Baranangsiang, Bogor. Dimulai pada bulan Nopember 1989 sampai Oktober 1990. Penelitian terdiri dari dua percobaan. Percobaan I mempelajari pengaruh penyimpanan dan inferioritas polong pada varietas Pelanduk dan Tapir yang masing-masing dilakukan secara terpisah. Inferioritas polong terdiri dari: benih baik kontrol, benih besar polong inferior dan benih ke- cil polong inferior. Sedangkan penyimpanan terdiri dari: sebelum disimpan penyimpanan kering dingin (Suhu + 20°C, RH 50%) selama 4, 8, 12, 16, 20 dan 24 minggu, penyimpanan kering panas (Suhu 26°C 34°C, RH 35% 55%) selama 4, 8, 12, 16, 20 dan 24 minggu dan penyimpanan lembab (Suhu 25°C 29°C, RH 100%) selama 4, 8, 12, 16, 20 dan 24 minggu. Percobaan II mempelajari pengaruh varietas dan inferioritas polong pada berbagai penyimpanan. Varietas terdiri dari: Varietas Pelanduk dan Varietas Tapir, inferioritas polong terdiri dari: Benih baik / kontrol, Benih besar polong inferior dan Benih besar polong inferior. Data yang digunakan pada percobaan II merupakan rata-rata dari data pada percobaan I (rata-rata dari seluruh penyimpanan)...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140638
      Collections
      • UT - Agronomy and Horticulture [7622]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository