Ketajaman Penglihatan Ekor Kuning (Caesio cuning) dan Penerapannya pada Perikanan Bubu di Perairan Kepulauan Seribu
Abstract
Penangkapan ekor kuning dengan bubu dilakukan oleh nelayan tanpa
memperhatikan ukuran ikan yang ditangkap. Hal tersebut menjadi salah satu
penyebab turunnya jumlah populasi ikan dan mengancam kelestariannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan fungsi penglihatan,
menentukan arah penglihatan (visual axis) dan ketajaman penglihatan (visual
acuity) pada ekor kuning (Caesio cuning). Hasil penelitian ini dapat digunakan
untuk memahami proses adaptasi penglihatan ekor kuning terhadap
lingkungannya dan juga alat tangkap, serta sebagai informasi penting dalam
memperbaiki metode penangkapan sehingga ramah lingkungan. Hasil penelitian
mengungkapkan bahwa susunan sel reseptor pada ekor kuning membentuk
mozaik. Nilai indeks ketajaman penglihatan ekor kuning dengan ukuran panjang
total tubuh 250-290 mm berkisar 0,135-0,149. Kepadatan sel kon tertinggi dari
retina mata ikan ekor kuning berada di bagian ventro-temporal dan arah
penglihatan ke arah depan naik pada sudut 40º. Berdasarkan hasil perhitungan
diketahui jarak pandang maksimum ekor kuning dalam melihat objek (umpan)
dengan diameter 20 mm pada perairan yang jernih berkisar 9,2-10,3 m, untuk
objek berdiameter 25 mm 11,6-12,9 m, dan untuk objek berukuran 30 mm
berkisar 13,9-15,5 m. The yellowtail fishing with basket traps continues to be carried out by
fishers regardless the fish size caught. This condition can have an impact on
decreasing fish population and then threatens their sustainability. This study was
conducted to know about the morphology and visual function of yellowtail
(Caesio cuning) in adapting to its habitat, to determine the visual axis, and visual
acuity of yellowtail fish that can be used to improve fishing methods so that it
meets the environmentally friendly criteria. The results showed the arrangement
of receptor cells in yellowtail eye’s retina forming a mosaic arrangement. The
visual acuity index of yellowtail ranged 0,135-0,149 for total body length of 250-
290 mm. The yellowtail fish had the highest cone cells density in the ventro-
temporal of the eye’s retina and the direction of vision towards the upper fore at
an angle of 40º. The estimated maximum sighting distance of yellowtail to see the
object (bait) of 20 mm diameter ranged 9,2-10,3 mm, 11,6-12,9 mm for the bait of
25 mm, and 13,9-15,5 mm for the bait of 30 mm.
