Pengaruh Kadar Air Tanah dan Aplikasi Herbisida Pada Pengendalian Alang-Alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv. var. major)
View/ Open
Date
1988Author
Rusdi, Awan ajwar
Wiroatmodjo, Joedojono
Utomo, Hidayat
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh herbisida kontak dan sistemik pada berbagai kadar air tanah serta pengendaliannya pada alang-alang.
Percobaan ini terdiri dari dua faktor; pertama herbisida yang terdiri dari herbisida kontak paraquat (0.4 kg ba/ha) dan herbisida sistemik glifosat (0.2 kg ba/ ha), dan kadar air tanah yang terdiri dari : 93-100 ka- pasitas lapang (tl) (K₁), 64-70 % kl (K2) dan 58-61 s kl (K). Rancangan lingkungan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap.
Rizoma alang-alang dikecambahkan pada cawan petri lembab, setelah rizoma bertunas maka segera ditanam pada polibag plastik. Pemindahan ke pot dilakukan setelah alang- alang tumbuh dan berdaun 3-4 buah. Setelah alang-alang tumbuh mantap, maka segera diberi perlakuan kadar air tanah. Pada empat minggu setelah dimulai perlakuan kadar air tanah, kemudian herbisida disemprotkan. Percobaan diakhiri pada enam minggu setelah perlakuan herbisida.
Kadar air tanah yang tinggi (K₁) menunjukkan pertumbuhan alang-alang yang lebih baik dibandingkan dengan kadar air yang lebih rendah. Hal ini ditunjukkan dengan tingginya jumlah anakan, kadar air dalam tajuk, panjang rizoma serta berat kering tajuk dan akar. Perbandingan (rasio) berat kering tajuk dan akar dari berbagai tingkat kadar air tanah tidak menunjukkan perbedaan yang nyata...
