Produksi dan Pemasaran Jeruk Siem di daerah Kalimantan Barat : Studi Kasus di Kabupaten Sambas
Abstract
Dalam sistem ekonomi hasil pertanian, produksi, konsumsi dan pemasaran merupakan subsistem yang tidak dapat dipisahkan, karena berkaitan erat satu dengan lainnya. Perkembangan tiap subsistem tersebut sangat dipengaruhi oleh faktor fisik dan faktor lingkungan setempat, dimana komoditi pertanian dikembangkan.
Praktek Lapang ini dilakukan di Kabupaten Sambas (meliputi Kecamatan Pemangkat, Tebas dan Kecamatan Sambas), sebagai daerah produsen dan Kotamadya Pontianak sebagai daerah konsumen, dengan menggunakan metoda kasus. Praktek Lapang ini bertujuan untuk melihat perkembangan produksi dan pemasaran jeruk Siem (Citrus nobilis Var Microcarpa Hoslk.) beserta kendala-kendala yang dihadapi dalam usaha meningkatkan efisiensi pengelolaan, baik teknis maupun eko nomis. Produksi dilihat dari teknik budidaya yang dilakukan dan tingkat produksi persatuan luas, beserta perkembangannya dari tahun ke tahun. Sedangkan Pemasaran di tinjau sudut perkembangan harga, saluran tataniaga dan penyebaran harga diantara petani maupun lembaga pemasaran ( tataniaga) yang terlibat dalam bidang ini, dengan menghitung marjin tataniaga berdasarkan selisih harga yang ber- laku pada tiap mata rantai tataniaga.
Produksi mengalami peningkatan yang pesat dalam bebe- rapa tahun terakhir ini sebagai akibat dari perluasan per- tanaman, perbaikan teknik budidaya dan peningkatan harga, yang disebabkan semakin meningkatnya permintaan. Perkem- bangan ini juga ditunjang oleh semakin baiknya fasilitas perhubungan dan pengangkutan…dst
