Analisis Usaha Koperasi Unit Desa : Studi Kasus Di Desa Rejasari, Kecamayan Banjar, Kabupaten Ciamis
Abstract
Tujuan praktek lapangan ini adalah: (1) Mengetahui perkembangan pengelolaan modal dan usaha Koperasi Unit Desa (KUD); (2) Mengetahui tingkat pelayanan KUD dan manfaat yang diterima anggota. Data yang digunakan dalam analisis pada praktek lapangan ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terencana (memakai kuisioner) dan wawancara tak terencana dengan fungsionaris KUD, tokoh masyarakat, non anggota dan anggota KUD. Data sekunder diperoleh dengan cara mencatat data yang sudah ada di KUD, Kantor Koperasi Kabupaten Ciamis dan Kantor Statistik Kecamatan.
Kebijaksanaan Pengembangan KUD di Pedesaan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka KUD harus mampu memberikan pelayanan yang baik kepada anggota dan masyarakat di wilayah kerjanya dan tetap memgang prinsip-prinsip ekonomi dalam mengelola usaha demi kelangsungan hidupnya. Kelangsungan usaha ekonomi KUD sangat ditentukan oleh produktivitas para pengelola usaha KUD. Di samping itu ditentukan pula oleh partisipasi anggotanya. Di pihak lain partisi- pasi anggota berkaitan erat dengan baik atau buruknya peyanan KUD serta manfaat yang sudah dapat dirasakan anggota. Dengan demikian keberhasilan KUD tergantung kepada kemampuan mengelola usaha secara efisien serta partisipasi anggota secara aktif.
Kegiatan usaha KUD Banjar II terdiri dari sembilan
unit usaha yaitu unit usaha pengadaan pangan, sarana produksi tanaman (Saprotan), jasa rice mille (RMU), kredit
candak kulak (KCK), kredit ushatani (KUT), warung serba
ada (Waserda), pemasaran gula kelapa dan unit usaha bangunan fisik. Dari unit usaha yang dikelola, lebih dari 90
persen volume usaha setiap tahunnya berasal dari unit usaha pengadaan pangan...
