Suatu Tinjauan Stephanofilariasis (Kaskado) Pada Hewan Ternak
Abstract
Penyakit parasiter jarang menimbulkan kematian. Kerugiannya berupa hambatan pertumbuhan ternak muda, penuruman berat badam, kerusakan organ-organ tertentu dan penurunan potensi kerja akibat penurunan kondisi badan.
Salah satu penyakit parasiter yang sangat mengganggu ternak adalah Stephanofilariasis, yaitu suatu bentuk der- matitis yang disebabkan oleh adanya infestasi cacing fila- ria dari genus Stephanofilaria .
Di dunia telah telah diidentifikasi sepuluh species yaitu Stephanofilaria dedoesi, S. kaeli, S. stilesi, 5. assamensis, S. zaheeri, S. dimniki, S. andamani, S. srivastavi, S. okinawaensis dan S. roni. Di Indonesia baru diketahui dua species yang sering menyerang ternak sa- pi yaitu S. dedoesi dan S. kaeli.
Beberapa lalat seperti Musca conducens, M. planiceps, M. autumnalis, M. crassirostris, Haematobia irritans, H. exigua, Lyprosia titilans dan Sarcophaga sp, dianggap sebagai vektor dari penyakit ini.
Dari sepuluh species Stephanofilaria, baru tiga species yang dapat diungkapkan perkembangannya pada lalat vektor.
Stephanofilariasis oleh S. dedoesi di Sulawesi Utara mempunyai lesio pada leher, pundak, gelambir, sekitar mata, perut, bahu, punggung, dada, pangkal tanduk, preputium dan telinga sapi. Stephanofilariasis oleh S. kaeli di Sumatera Barat membuat lesio yang sering berkerak dan sering terda- pat pada kaki bagian bawah. Stephanofilaria zaheeri sering menyerang telinga kerbau, S. assamensis sering menye rang leher, pumuk dan dada. Sedangkan S. stilesi sering menyerang bagian ventral badan; diantara dada dan pusar, juga di daerah canthus medialis dan kepala. Selain lesio dermatitis, tidak jarang terdapat infeksi sekunder oleh Mylasis.
Gambaran mikroskop pada Stephanofilariasis terlihat stratum corneum meruntuh, pembentukan kerak dan infiltrasi sel radang terutama pada stratum Malphigi. Folikel rambut, kelenjar sebacea dan kelenjar sudorifera mengalami degenerasi. Sel radang kecil kelihatan mengumpul dekat cacing.
Prevalensi Stephanofilariasis di Indonesia sangat tinggi di beberapa daerah. Tingkat prevalensi di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat dan Sumatera Barat diatas 70 %...dst
