Deskripsi pemakaian energi pada rumahtangga perkotaan di pulau Jawa tahun 1988
View/ Open
Date
1989Author
Gultom, Sumanggam Aden
Hasibuan, Krisna Murti
Ssugito, Toto
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran umum pemakaian energi pada rumahtangga perkotaan Pulau Jawa. Gambaran tersebut dihubungkan dengan kategori perkotaan kecil, menengah, besar dan sangat besar. Juga berdasarkan tingkat pendapatan rumahtangga perkotaan yaitu sangat rendah, rendah, menengah, tinggi dan sangat tinggi. Dengan penggambaran ini akan terlihat pola kecenderungan pemakaian energi pada rumahtangga kota berdasarkan besar/kecilnya kota dan tinggi/rendahnya pendapatan rumahtangga.
Pengelompokan tingkat pendapatan rumahtangga tahun 1988 didapat dengan mengalikan faktor pengali sebesar 1,1 dari tingkat pendapatan rumahtangga perkotaan pada tahun 1987 yang diperoleh dari hasil SUSENAS 1987.
Rumahtangga perkotaan cenderung memakai bahan bakar kayu bakar untuk memasak pada daerah pinggiran kota ( kota kecil), sementara pada kota besar kecenderungan memasak memakai minyak tanah dan atau gas. Karena kayu bakar merupakan sumber energi yang boros untuk memasak (memasak per kapita/bulan dengan kayu bakar 387,68 mj; minyak tanah 256,95 mj; sedangkan gas hanya 173,07 mj), mengakibatkan kuantitas energi yang dibutuhkan rumahtangga untuk memasak pada kota
kecil lebih banyak dibandingkan dengan rumahtangga di kota-kota besar.
Demikian juga halnya jika diteliti menurut
tingkat pendapatan rumahtangga. Hal ini disebabkan adanya
kecenderungan semakin besar suatu kota maka semakin tinggi
rataan pendapatan rumahtangga. Secara umum kebutuhan ener-
gi per bulan untuk rumahtangga perkotaan adalah sebesar
1758,68 mj, diantaranya untuk memasak sebesar 1431 mj atau
sebesar 1,15 elmt/hari. Untuk penerangan dan keperluan lainnya masing-masing sebesar 187,98 mj dan 139,70 mj per bulan.
