Kemampuan bertahan bakteri Pseudomonas fluorescens B-29 pada benih kedelai
View/ Open
Date
1996Author
Tarigan, Helen Br
Satari, Uha Suhardja
Nawangsih, Abdjad Asih
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan
bertahan bakteri Pseudomonas fluorescens B-29 pada benih
kedelai dalam kaitan efektivitas pemberian agens biokontrol
tersebut pada benih untuk menekan penyakit pustul bakteri
yang disebabkan oleh Xanthomonas campestris pv. glycines.
Metode penelitian terdiri atas empat tahap perlakuan,
pertama perlakuan lama perendaman benih masing-masing: 15
menit, 1 jam, 3 jam, dan 5 jam di dalam campuran suspensi
bakteri Pseudomonas fluorescens B-29 yang resisten
rifampisin, bakteri ditumbuhkan pada medium King's B 10%
selama 48 jam; kedua perlakuan media perendam, suspensi
bakteri Pseudomonas fluorescens B-29 direndam dalam air
steril dan dalam Xanthan gum 2%; ketiga perlakuan waktu
pengamatan setelah perendaman benih, masing-masing: 1 jam,
3 jam, 5 jam, 1 hari, 3 hari dan 1 minggu, dan keempat
perlakuan penanaman benih setelah perlakuan perendaman,
baik dalam air steril maupun dalam Xanthan gum 2%. Untuk
masing-masing perlakuan, dilakukan pengenceran suspensi
sampai 10 dan dari setiap pengenceran dilakukan pencawanan
sebanyak 0,1 ml. Koloni bakteri Pseudomonas fluorescens
B-29 dihitung setelah diinkubasikan selama 48 jam pada
cawan petri yang berisi medium King's B 10% dan rifampisin (50 ul/ml).
Jenis media perendam yaitu air steril dan Xanthan gum 2% berpengaruh nyata terhadap jumlah koloni bakteri Pseudomonas fluorescens B-29 baik pada benih kedelai maupun pada daun tanaman kedelai yang berumur 3 minggu (setelah daun trifoliat keluar penuh). Media Xanthan gum 2% memberikan hasil yang lebih baik (jumlah koloni bakteri lebih tinggi) dan berbeda nyata dengan media air steril. ...
Collections
- UT - Plant Protection [2517]
