Pengaruh residu insektisida diazinon dan monokrotofos terhadap pertumbuhan populasi Aphis gossypii Glov. (Homoptera : Aphididae) pada tanaman cabai besar (Capsicum annuum)
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan antara bulan Februari sampai September 1994, di rumah kaca dan Laboratorium Taksonomi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Institut Pertanian Bogor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh residu insektisida dengan konsentrasi anjuran terhadap pertumbuhan populasi Aphis gossypii Glov. (Homoptera: Aphididae) pada tanaman cabai.
Pengamatan dilakukan terhadap jumlah populasi kutu- daun bersayap dan tidak bersayap, yang dilakukan setiap hari selama 5 hari dan seterusnya diamati 3 hari sekali hingga 4 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa residu insektisida diazinon dan monokrotofos berpengaruh terhadap pertumbuhan populasi sampai satu minggu setelah penyemprotan. Untuk hari berikutnya residu sudah tidak efektif membunuh kutu- daun karena menurunnya daya racun. Faktor yang dapat menurunkan daya racun tersebut antara lain adalah degradasi residu insektisida dan tingkat pertumbuhan tanaman.
Diazinon yang merupakan insektisida kontak, lebih baik dalam membunuh kutudaun dibanding dengan monokrotofos yang kontak-sistemik meskipun secara statistik tidak berbeda nyata.
Hal ini terjadi karena insektisida yang kontak-sistemik residunya cepat hilang akibat terserap ke
dalam tanaman dan di dalam tanaman cepat terdegradasi menjadi senyawa yang tidak beracun sehingga tidak mematikan kutudaun. ...
Collections
- UT - Plant Protection [2536]

