Keberrhasilan usaha peterrnakan sapi perah dalam kaitannya dengan faktor faktor produksi yang mempengaruhinya di Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi
View/ Open
Date
1998Author
Sihite, Evaluator
Moesa, Zulfikar
Wardani, Dewi Ulfah
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan (1) mengidentifikasi faktor-faktor produksi yang mempengaruhi usaha peternakan sapi perah tersebut (2) mengetahui efisiensi produksi baik teknis maupun ekonomis dari masing-masing faktor produksi (3) mencari dan menentukan tingkat penggunaan faktor produksi yang optimum sehingga tingkat pendapatan (keuntungan) yang maksimum dapat dicapai melalui analisis fungsi produksi.
Penelitian ini dilaksanakan bulan Pebruari 1998. Dalam penelitian ini digunakan metode studi kasus, untuk mengetahui masalah yang ada secara lebih mendalam pada peternakan sapi perah. Untuk mempermudah pengumpulan data dibuat kuesioner sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian kepada peternak. Selain itu data diperoleh dari tulisan yang berkaitan dengan penelitian dan Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.
Responden penelitian adalah peternak sapi perah yang berjumlah 40 orang. Variabel yang diukur adalah jumlah produksi susu sebagai variabel dependen Y dan variabel independen X (i) jumlah makanan penguat (ii) jumlah makanan hijauan (iii) jumlah tenaga kerja (iv) jumlah sapi laktasi.
Sekitar 75.0 persen usaha peternakan sapi perah merupakan mata pencaharian utama, sedangkan 25.0 persen sisanya merupakan usaha sampingan. Skala usaha berkisar antara 1 sampai lebih dari 10 ekor sapi laktasi dengan rata-rata pemilikan sapi laktasi sebesar 4.07 ST per peternak dengan produksi rata-rata 53.2 liter per peternak per hari.
Biaya produksi yang dikeluarkan untuk membeli makanan penguat (40.66%), tenaga kerja (24.12%) dan makanan hijauan (30.45%) serta biaya lain (4.77%). Biaya rata-rata peternak sapi laktasi sebesar Rp 22098.44 per hari dan pendapatan rata-rata Rp 4278.40 per peternak per hari atau Rp 1051.20 ekor sapi laktasi per hari.
Pendugaan fungsi produksi susu dengan model Cobb-Douglas memperoleh hasil berikut:
Y = -4.36X10.211 X20.521X30.373X40.898
Dari pendugaan fungsi produksi diperoleh jumlah elastisitas lebih besar dari satu yaitu ∑ bi = 2.003 atau usaha yang dijalankan dalam keadaan increasing return to scale. Penggunaan faktor-faktor produksi sapi laktasi, hijauan, makanan penguat dan tenaga kerja secara ekonomis belum efisien maka dilakukan reorganisasi dengan cara pengurangan jumlah makanan penguat sebesar 7994.96 kg, penambahan jumlah makanan hijauan sebesar 221091.76 kg dan penambahan curahan jam kerja sebesar 989.32 HKP serta pengurangan persentase sapi laktasi sebesar 70%. Rata-rata imbangan penerimaan dengan pengeluaran adalah 1.21, pada kondisi ini peternak memperoleh keuntungan.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
