View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penampilan reproduksi kambing boer : Studi kasus di PT. Widodo Makmur Perkasa, Propinsi Lampung

      Thumbnail
      View/Open
      Full Text (4.158Mb)
      Date
      2009
      Author
      Aditama, Jayanti Chista
      Achjadi, R. Kurnia
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kegiatan lapangan untuk penulisan skripsi ini sebagai syarat menjadi Sarjana Kedokteran Hewan IPB dilakukan dalam bentuk studi kasus penampilan reproduksi kambing Boer yang dilaksanakan bulan November 2007 sampai Juli 2008 di PT. Widodo Makmur Perkasa, Propinsi Lampung. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui manajemen reproduksi kambing Boer, berbagai masalah yang sering muncul dalam pemeliharaan kambing Boer, serta tingkat keberhasilan munculnya kebuntingan pada inseminasi buatan dan perkawinan alami pada kambing Boer. Studi kasus dilakukan berdasarkan metode survey deskriptif dengan pengumpulan data primer dan data pendukung lainnya. Data primer didapat dari hasil wawancara dengan para pekerja yang berwenang di PT. Widodo Makmur Perkasa dan pengamatan secara langsung di PT. Widodo Makmur Perkasa. Data lainnya diperoleh dari data yang dimiliki oleh PT. Widodo Makmur Perkasa, literatur, dan internet. Hasil studi menunjukkan bahwa nilai Conseption Rate (CR) secara kawin alam sebesar 91 % dan 80 % secara inseminai buatan. Nilai Service per Conseption (S/C) pada kambing Boer yang dikawinkan secara kawin alami sebesar 1,1 dan inseminasi buatan adalah 1,2. Data menunjukkan bahwa nilai S/C secara IB lebih tinggi dibandingkan dengan kawin alam. Calving Interval ( CI ) kambing Boer terjadi selama 8 bulan. Kelainan yang sering muncul dalam pemeliharaan kambing Boer yaitu anak lahir prematur, tidak mampu bertahan hidup karena kondisi badannya terlalu lemah akibat kelahiran yang abortus, dan patah tulang akibat transportasi.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139802
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository