Potensi simpanan karbon di atas permukaan tanah pada hutan tanaman jati (Tectona grandis Linn f.) di KPH Madiun Perum Perhutani unit II Jawa Timur
Abstract
Perubahan tata guna lahan melalui konversi hutan sangat mempengaruhi kondisi lokal dan global. Efek global deforestasi dan degradasi hutan adalah terjadinya peningkatan gas rumah kaca yaitu CO2, NH4 dan N₂O ke atmosfer. Karbondioksida (CO2) merupakan gas rumah kaca yang paling berperan dalam perubahan iklim global. Aktivitas kehutanan untuk mengendalikan CO2 yaitu melalui Carbon conservation, Carbon sequestration dan Carbon substitution.
Pada tegakan hutan karbon dapat diduga melalui biomassa. Perubahan potensi biomassa pada vegetasi hutan tanaman sangat dipengaruhi oleh keragaman potensi biomassa antara lain umur dan kualitas tempat tumbuh (bonita). Metode yang digunakan dalam menduga biomassa yaitu metode destruktif (pemanenan) untuk menduga tumbuhan bawah dan metode non destruktif dengan menggunakan persamaan allometrik untuk menduga data pohon, tebangan dan keamanan hutan. Pengukuran terhadap biomassa sangat dibutuhkan untuk mengetahui berapa besar potensi persediaan karbon per satuan luas yang tersimpan di dalam hutan dan yang terambil akibat adanya pengelolaan hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari potensi karbon yang tersimpan dalam hutan tanaman jati (Tectona grandis L. f) di KPH Madiun dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh potensi simpanan karbon tegakan dalam hutan tanaman jati pada kelas umur (KU) I sampai KU VIII berturut-turut 24,48 ton/ha, 35,54 ton/ha, 39,53 ton/ha, 45,79 ton/ha, 53,82 ton/ha, 61,80 ton/ha, 61,11 ton/ha, 64,39 ton/ha, sedangkan untuk kelas hutan lain adalah 30,35 ton/ha untuk MR, 15,64 ton/ha untuk TJBK, 13,43 ton/ha untuk TJM, 48,18 ton/ha untuk HLT, 31,06 ton/ha untuk TKL dan 38,30 ton/ha untuk TJKL. Peningkatan biomassa tegakan sangat dipengaruhi oleh diameter pohon dan kerapatan tegakan. Potensi simpanan karbon pada hutan tanaman jati dipengaruhi oleh umur dan kualitas tempat tumbuh. Secara umum potensi simpanan karbon tegakan meningkat sejalan dengan meningkatnya umur tegakan dan semakin baiknya kualitas tempat tumbuh.
Peningkatan potensi simpanan karbon tumbuhan bawah sangat dipengaruhi oleh umur tegakan dan penutupan tajuk. Potensi simpanan karbon tumbuhan bawah terbesar terdapat pada tanah kosong dengan rata-rata 1,85 ton/ha dan terendah pada KU I dan KU II yaitu dengan rata-rata simpanan karbon sebesar 0,43 ton/ha.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
