Studi Hubungan Sifat Dormansi Dengan Viabilitas Benih Albisia (Albizzia falcataria), Kedelai (Dlycine max (L) Merril), Dan Padi (Oryza Sativa L.)
Abstract
Tujuan penelitian ini untuk mempelajari hubungan sifat dormansi karena kulit benih keras pada benih albisia (Albizzia falcataria), dormansi buatan ('artificial dormancy') pada benih kedelai (Glycine max (L.) Merril), dan dormansi after ripening' pada benih padi (Oryza sativa L.) dengan viabilitasnya.
Penelitian dilaksanakan mulai bulan November 1987 sampai bulan Januari 1988 di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih-IPB dan Laboratorium Kelti Agronomi Balittan Cimanggu-Bogor.
Penelitian terdiri atas tiga percobaan yang masing- masing disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri atas dua faktor, yaitu periode simpan (P) sebagai petak utama dengan lima taraf dan sifat dormansi (D) sebagai anak petak dengan dua taraf, sehingga diperoleh 30. satuan percobaan.
Perlakuan yang dikenakan sebelum benih disimpan pada masing-masing percobaan adalah benih dipatahkan dormansinya (1) dan benih dibiarkan tetap dorman (Do). Kemudian di kemas dalam kantong strimin dan disimpan dalam 'container' (98-100% RH) selama periode simpan 0, 2, 4, 6, dan 8 ming- gu. Pada setiap akhir periode simpan, benih yang masih dorman (Do) terlebih dahulu dipatahkan dormansinya. lanjutnya terhadap kedua lot benih tersebut dilakukan pengujian terhadap viabilitas potensial dengan tolok ukur daya berkecambah, vigor kekuatan tumbuh dengan tolok ukur kecepatan tumbuh, serta vigor daya simpan dengan tolok ukur V alk
dan daya hantar listrik...
