View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Gambaran Darah Kucing Pra dan Post Ovariohisterektomi

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (7.072Mb)
      Date
      1986
      Author
      Gunanti
      Prawiradisastra, Sunarya
      Rosadi, R. Ipin
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Ovariohisterektomi adalah kasus bedah yang banyak ditemui di ruang bedah Klinik FKII IPB. Adapun tujuan dari pembedahan adalah untuk menghilangkan estrus dan kebuntingan (Shuttleworth and Smythe, 1960). Biasanya dilakukan pada anjing atau kucing. Pada pembedahan ini pendarahan dan kerusakan jaringan selalu terjadi. Hal ini tentu saja akan mengakibatkan perubahan gambaran darah setelah operasi. Untuk ini perlu dilakukan pemeriksaan gambaran darah sebelum operasi sehingga dapat diketahui sampai berapa lama gambaran darah kembali ke normal. Coles (1980) pada hemorhargi akut akan mengakibatkan pembentukan retikulosit yang mana sebagai indikasi perce patan eritropoiesis. Selanjutnya dikatakan bahwa kenaikan jumlah retikulosit terjadi pada hari ke empat sampai hari ke tujuh setelah, hemorhargi. Menurut Swenson (1970) dan Svendsen (1974) tingkat pembentukan eritrosit diatur mela- lui pengendalian umpan balik yang dihambat oleh suatu peningkatan eritrosit dan dirangsang oleh anemia. Coles (1980) mengatakan bahwa pada kucing respon neutrofilla terhadap stress, kerusakan jaringan dan infeksi setempat sangat cepat. Dalam penelitian ini dipakai 15 ekor kucing lokal, be- tina yang berumur 6 bulan sampai 3,5 tahun. Parameter yang diamati antara lain jumlah eritrosit, hemoglobin hemato krit dan leukosit. Metoda pemeriksaan darah yang dipakai adalah hemocytometer, acid hematin dilut tipe sahli dan mi- krohematokrit. Pemeriksaan darah dilakukan sebelum operasi dan satu, tiga lima hari setelah operasi. Hasil pemeriksaan gambaran darah dilakukan dengan uji hipotesa terhadap keberhasilan operasi yaitu dengan uji student dan uji F untuk menguji simpangan bakunya. Penelitian menghasilkan bahwa gambaran darah sesudah ovariohisterektomi tidak menunjukkan adanya perbedaan yang nyata terhadap gambaran darah sebelum operasi. Kecuali jumlah leukosit yang meningkat cepat pada hari ke satu dan ketiga setelah operasi dan mulai menurun setelah hari ke lima (sangat berbeda nyata). Kesimpulan dari penelitian, gambaran darah kucing yang dioveriohisterektomi akan kembali seperti semula sebelum dioperasi setelah hari ke lima operasi…
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139582
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository